162 Ton prekursor sitaan polisi Timor Leste diduga bahan baku pil PCC

Jumat, 9 Februari 2018 10:59 Reporter : Ahda Bayhaqi
162 Ton prekursor sitaan polisi Timor Leste diduga bahan baku pil PCC BNN tes laboratorium prekursor selundupan sitaan Kepolisian Timor Leste. ©2018 Merdeka.com/Ahda Bayhaqi

Merdeka.com - Kepolisian Timor Leste menyita 162 ton prekursor alias zat kimia bahan baku narkotika di Pelabuhan Dili, Timor Leste. Berdasarkan manifes, prekursor tersebut diselundupkan ke Indonesia melalui perairan NTT dengan tujuan pulau Jawa. BNN menduga bahan tersebut akan digunakan untuk pembuatan pil PCC.

"162 Ton bahan baku yang akan masuk akan dijadikan obat berapa juta banyaknya andai kata nanti berdasarkan analisis benar bahan baku PCC. Sekarang belum bisa katakan itu karena hasil lab-nya belum ada," ujar Kabag Humas BNN Kombes Sulstriandriatmoko di Balai Laboratorium Narkoba BNN, Jakarta Timur, Jumat (9/2).

Prekursor dibawa dalam 9 kontainer yang sebelumnya dikirimkan dari Singapura. Kemudian, barang itu akan dimasukkan ke Indonesia dengan kapal kayu Berkat Selayar, dengan tujuan suatu pelabuhan di Pulau Jawa.

Perwakilan Kepolisian Timor Leste, Inspektur Almeiro Dias Quintas mengungkap dokumen yang mereka miliki lengkap. Meski ditemukan ketidakcocokan antara dokumen manifes barang dengan barang yang dibawa. Pelaku, kata dia, mengaku membawa parasetamol.

"Dokumen ada, manifesnya tidak sesuai dengan diungkapkan pemilik barang. Di manifes tertulis kode 064 saja. Dari pemilik barang bilang parasetamol," kata dia.

Kepolisian Timor Leste melakukan penangkapan pada 23 Januari 2018, saat kapal siap berangkat di Pelabuhan Dili. Total 12 pelaku diamankan terdiri dari, 2 kapten kapal, 7 anak buah kapal, dan 3 pemilik barang.

"Kru kapal orang Indonesia semua ABK-nya Indonesia semua. Tiga itu dua dari Indonesia satu dari Timor Leste sebagai yang menguasai barang," kata Sulis.

BNN telah mengantongi pihak perusahaan importir asal Indonesia yang memasukkan prekursor tersebut. Perusahaan itu juga diketahui memiliki cabang di Dili, Timor Leste.

"Kami juga sudah mengembangkan penyidikannya ada salah satu PT yang bertindak sebagai pengimpor. Dan PT itu mempunyai cabang di Dili dan itu sedang didalami seberapa jauh dia mempunyai peran terhadap upaya memasukkan pengimpor bahan baku ini," kata Sulis.

BNN menduga upaya penyelundupan tidak kali ini saja terjadi. Dari kemasan, prekursor ini mirip dengan yang Kepolisian RI amankan sebesar 12 ton di Pangkal Pinang, Kepulauan Riau pada November 2017.

"Secara bukti pengungkapan memang ini baru pertama. Tapi tidak menutup kemungkinan berdasar modus operandi yang mereka lakukan lalu, bisa jadi mereka sudah lolos. Tetapi dengan keberanian mau memasukkan 162 ton itu kan nilai yang cukup besar secara ekonomis. Mengapa mereka berani memasukkan 162 ton mungkin mereka punya succses story," pungkas Sulis. [rhm]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini