158 Bangunan Hangus Pascademo Berujung Pembakaran di Penajam Paser Utara

Kamis, 17 Oktober 2019 12:58 Reporter : Saud Rosadi
158 Bangunan Hangus Pascademo Berujung Pembakaran di Penajam Paser Utara Aksi Massa di Pelabuhan Penajam Paser Utara. ©2019 Istimewa

Merdeka.com - Situasi di Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, kembali kondusif pascademo berujung pembakaran rumah, di Penajam, Rabu (16/10) siang kemarin. Peristiwa itu menghanguskan lebih dari 150 bangunan.

BPBD Kabupaten PPU sudah melakukan pendataan. Adapun lokasi hunian terdampak peristiwa itu, tiga titik di RT 06, RT 07 dan RT 08. Di RT 06 ada 90 rumah yang dihuni 108 kepala keluarga (KK) dan 1 bangunan madrasah terbakar. Di RT 07 ada 55 rumah yang dihuni 85 KK terbakar.

"Sedangkan di RT 8, ada 129 KK. Lalu 1 rumah dan 10 kios dan warung di pelabuhan. Keseluruhan ada 158 rumah dan bangunan terbakar," kata Kasubid Logistik dan Peralatan BPBD PPU Nurlaila, dikonfirmasi merdeka.com, Kamis (17/10).

Nurlaila menerangkan, bersamaan dengan aksi demo, tim gabungan BPBD PPU, Polri dan TNI, dan instansi terkait, sudah melakukan upaya pemadaman secara manual termasuk di bangunan loket kapal klotok (kapal motor).

"Setelah mobil pemadam kebakaran diperkenankan masuk, kami langsung lakukan penyiraman di titik yang terbakar, dan tim lakukan pendinginan hingga selesai jam 23.30," ujar Nurlaila.

Pagi tadi, lanjut Nurlaila, Kapolda Kaltim Irjen Pol Priyo Widyanto bersama Pangdam VI Mulawarman, Mayjend TNI Subiyanto, Bupati PPU, Abdul Gafur Mas'ud, dan unsur Muspida, melakukan peninjauan bersama ke pos pengungsi korban terdampak. "Lokasinya, dikonsentrasikan di mess kantor PKK PPU," tambah Nurlaila.

"Kondisi di lokasi bekas kebakaran saat ini sudah aman dan BPBD masih melakukan pendataan untuk perkembangan terkini lanjutan korban terdampak di lokasi," jelas Nurlaila.

Diketahui, situasi sekitar kawasan pelabuhan penyeberangan di Penajam, Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, menegangkan Rabu (16/10) siang. Massa yang berunjuk rasa berbekal senjata tajam, melakukan aksi pembakaran rumah.

Keterangan diperoleh merdeka.com, aksi warga itu dipicu kasus penganiayaan terhadap 2 orang pemuda, Rn (18) Ca (19), Rabu (9/19) malam lalu, di pantai Nipahnipah, PPU. Ca akhirnya meninggal dengan luka tikam. Tiga terduga penikam berhasil ditangkap kepolisian. Namun demikian, siang kemarin situasi berubah. Warga meminta keluarga pelaku penikaman, angkat kaki dari PPU. [lia]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini