15 Anjing Pelacak Dikerahkan Cari Korban Banjir Bandang Sentani

Selasa, 19 Maret 2019 13:48 Reporter : Nur Habibie
15 Anjing Pelacak Dikerahkan Cari Korban Banjir Bandang Sentani Banjir Sentani. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Polisi bersama dengan TNI masih terus mencari korban banjir di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua. Pencarian korban yang belum ditemukan juga dibantu oleh tim Basarnas.

Karopenmas Divhumas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, pihaknya telah menurunkan belasan tim anjing pelacak (K-9) untuk membantu mencari keluarga korban yang terkena musibah tersebut.

"Untuk membantu proses pencarian keluarga korban, Polda Papua juga menurunkan tim K-9 (Anjing pelacak) sebanyak 15 ekor yang terdiri dari 6 ekor dari Jakarta dan 9 ekor dari Polda Papua," kata Dedi dalam keterangan tertulis, Jakarta, Selasa (19/3).

"K-9 tersebut ditempatkan di titik-titik yang diperkirakan masih terdapat korban yang belum ditemukan, karena banyak material kayu dan lumpur sehingga diharapkan dengan bantuan K-9 tersebut dapat mempercepat proses pencarian terhadap korban yang belum ditemukan," sambungnya.

Pencarian terhadap korban banjir bandang yang masih belum ditemukan juga diperluas di bagian sebelah kiri danau sentani.

"Untuk pencarian, Dit Polairud Polda Papua juga memperluas pencarian di bagian kiri danau sentani dengan menggunakan Longboat milik Dit Pol Air Polda Papua," ujarnya.

Selain melakukan pencarian terhadap korban jiwa, tim gabungan yang terdiri dari TNI-Polri, Basarnas dan masyarakat juga melakukan pembersihan di beberapa titik yang terdampak banjir bandang.

"Pembersihan dilakukan di Jalan Sosial, Kemiri dan Doyo Baru," pungkasnya.

Sebelumnya, Sebanyak 1.613 personel gabungan tangani darurat banjir di Sentani, Papua. Bencana tersebut menelan 89 orang korban jiwa serta 74 lainnya masih belum ditemukan. Tim gabungan terdiri dari sejumlah instansi dan lembaga di Kabupaten Jayapura. Jumlah korban terus bertambah mengingat luasnya wilayah yang terdampak bencana.

Hingga Selasa (19/3) pagi, Posko Induk Tanggap Darurat mencatat total korban meninggal dunia sebanyak 89 orang yaitu 82 korban meninggal akibat banjir bandang di Kabupaten Jayapura dan 7 korban meninggal dunia akibat tanah longsor di Ampera, Kota Jayapura.

Tim SAR gabungan menemukan 13 jenazah yaitu 4 jenazah di Kampung Sereh Tua, 2 jenazah di Danau Sentani, 3 jenazah di BTN, 2 jenazah di BTN Nauli 2, 1 jenazah di BTN Citra Buana, dan 1 jenazah di Kampung Hobong pada Senin (18/3) kemarin. [gil]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini