1.200 Pengendara di Pekanbaru Terekam Langgar Aturan Lalu Lintas

Selasa, 23 Maret 2021 17:51 Reporter : Fikri Faqih
1.200 Pengendara di Pekanbaru Terekam Langgar Aturan Lalu Lintas CCTV penerapan ETLE di Kawasan Thamrin, Jakarta Pusat.. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Polda Riau mencatat dalam setengah hari pemberlakuan tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di Kota Pekanbaru sudah ada 1.200 lebih pengendara yang tertangkap melanggar rambu-rambu lalulintas.

"Saat ujicoba hari ini terdapat 1.200 masyarakat Pekanbaru tak pakai helm. Ini jadi cerminan lah, sepertinya masih perlu disosialisasikan tilang elektronik ini," kata Gubernur Riau Syamsuar usai peluncuran ETLE di Pekanbaru, Selasa (23/3).

Dia berharap dengan diberlakukannya tilang elektronik akan membiasakan masyarakat taat dan patuh pada hukum dan rambu-rambu lalulintas, dan ini ke depannya juga dilaksanakan ke kabupaten/kota lainnya di Riau.

"Kami mengapresiasi Polda bahwa Riau sudah menjadi salah satu bagian dari 12 Polda yang menerapkan tilang elektronik," ujarnya seperti dilansir dari Antara.

Sementara Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Efendi mengatakan tahap awal peluncuran tilang elektronik di Pekanbaru masih ditempatkan pada empat titik, yakni di Simpang Jalan HR Soebrantas - Jalan SM Amin, Simpang Jalan Harapan Raya - Jalan Sudirman, Bundaran Tugu Zapin dan Simpang Jalan Tuanku Tambusai - Jalan Soekarno Hatta.

"Angka kecelakaan di Riau cukup tinggi hampir sama dengan dengan kasus Covid-19, terbanyak terjadi pada pengendara motor karena tidak menggunakan helm," terangnya.

Untuk pemberlakuan tilang elektronik ini, lanjutnya, Polda akan memberikan masa sosialisasi selama sebulan.

"Setelah sebulan ke depan baru berlaku, surat konfirmasi akan dikirimkan langsung ke alamat pelanggar, berisikan keterangan pelanggaran, pasal-pasal yang dilanggar dan dilengkapi nomor rekening yang dijadikan tempat membayarkan tilang," jelasnya.

Mabes Polri mulai memberlakukan tilang elektronik secara nasional pada Selasa ini serentak di seluruh Indonesia.

Polda Riau, masuk ke dalam tiga jajaran Polda se-Indonesia yang meluncurkan ETLE nasional tahap awal yang ditunjuk oleh Korlantas Polri.

Pemberlakuan ETLE sebagai cara untuk menertibkan masyarakat agar lebih taat aturan dalam berlalu lintas sekaligus menjadikan hal ini lebih transparan.

ETLE merupakan sistem yang akan mencatat, mendeteksi, dan memotret pelanggaran di jalan raya melalui kamera CCTV. Dalam pengertian lain, ETLE merupakan kamera pengintai yang akan merekam pelanggaran-pelanggaran lalu lintas yang dilakukan oleh pengendara. Nantinya, kamera ini akan terhubung langsung ke kantor Polda di masing-masing kota.

Setelah ditemukan pelanggaran, petugas akan mencari data mengenai pemilik kendaraan melalui plat nomor. Kemudian, bukti pelanggaran akan dikirimkan sesuai dengan alamat yang tertera pada Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) beserta jumlah besaran dendanya. [fik]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini