110 Rumah Sakit Rujukan di Jawa Timur Sudah Tak Lagi Merawat Pasien Covid-19

Jumat, 1 Oktober 2021 17:19 Reporter : Erwin Yohanes
110 Rumah Sakit Rujukan di Jawa Timur Sudah Tak Lagi Merawat Pasien Covid-19 Perawatan pasien Covid-19 di RSUD Kota Bogor. ©2021 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Pasien Covid-19 dirawat di 110 rumah sakit (RS) dari 164 RS di Jawa Timur kini sudah nihil. Ini berarti, 67 persen rumah sakit rujukan Covid-19 di Jatim sudah tidak memiliki lagi pasien yang dirawat.

Salah satu indikator yang digunakan untuk mengukur jumlah pasien Covid-19 adalah tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy ratio (BOR). BOR di RS Rujukan terus mengalami penurunan, baik pada BOR isolasi, ICU, maupun BOR pada RS Lapangan.

Berdasarkan data RS Online di Kemenkes per 30 September 2021, ICU Covid-19 pada 110 RS Rujukan sudah berada pada angka nol pasien. Sementara untuk Isolasi Covid-19 yang sudah mencapai nol pasien terdapat pada 52 RS rujukan di Jatim. Termasuk di dalamnya RS Darurat Lapangan Indrapura Surabaya.

Sebelumnya, BOR Isolasi pada periode 15 Juli - 27 September 2021 menurun dari 81 persen menjadi 6 persen atau terjadi penurunan sebesar 75 persen. BOR ICU menurun dari 78 persen menjadi 11 persen atau turunnya sebanyak 67 persen. Sementara BOR RS Lapangan juga mengalami penurunan dari 74 persen menjadi 5 persen atau turun 69 persen.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan, turunnya angka ratio pasien Covid-19 ini tak lepas dari kerja keras, sinergi, do'a serta kolaborasi dari tenaga kesehatan (nakes), Forkopimda, dan berbagai elemen strategis masyarakat.

“Alhamdulillah, dari data yang dilansir dari RS Online, 67 persen RS Rujukan ICUnya Nol pasien, 31 persen RS Rujukan Ruang Isolasi Covid-19 juga nol pasien termasuk di dalamnya juga ada RS Lapangan Indrapura,” ujarnya, Jumat (1/10).

Khofifah menjelaskan, terjadinya penurunan BOR yang signifikan ini menjadi kabar baik. Apalagi di Jatim penurunan tak hanya BOR Isolasi, tetapi juga ICU dan RS Lapangan. Sebagaimana diketahui sesuai standar dari WHO (organisasi kesehatan dunia) itu BOR minimal 60 persen.

“Meski BOR kita berada di bawah standar yang ditetapkan WHO, namun saya mohon tetap waspada dan diikuti dengan disiplin protokol kesehatan (prokes) serta percepatan vaksinasi,” pintanya.

Khofifah mengingatkan, pada seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan disiplin menjalankan protokol kesehatan. Ini penting, karena kedisiplinan menjalankan prokes menjadi salah satu kunci untuk melindungi diri dari penularan Covid-19.

“Terima kasih atas semua kerja keras, kekompakan dan do'a terbaik untuk kita semua. Kita terus berikhtiar dan berdoa agar kondisi Covid-19 di Jatim makin terkendali, dan makin melandai,” katanya. [gil]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini