11 Tersangka Anggota Ormas yang Kacaukan Acara NU di Tebing Tinggi Ditahan

Kamis, 28 Februari 2019 14:00 Reporter : Yan Muhardiansyah
11 Tersangka Anggota Ormas yang Kacaukan Acara NU di Tebing Tinggi Ditahan Ilustrasi Garis Polisi. ©2015 merdeka.com/afif

Merdeka.com - Polisi menetapkan 11 orang anggota organisasi kemasyarakatan (Ormas) yang melakukan keributan di acara peringatan Hari Lahir Nahdlatul Ulama (NU) di Lapangan Sri Mersing, Kota Tebing Tinggi, Sumut, Rabu (28/2), sebagai tersangka penghasutan. Para tersangka juga ditahan.

"Jadi hari ini sudah 11 orang yang ditetapkan sebagai tersangka dan akan dikeluarkan surat perintah penahanan yang akan disampaikan kepada masing-masing keluarga tersangka," kata Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, Kamis (28/2).

Kesebelas tersangka yang ditahan masing-masing: MAH, S alias G, FS, AS, AR, SS, OQ, MA, AD, I, dan RPS. Tatan menyatakan seluruhnya adalah pengurus dan anggota salah satu ormas di Tebing Tinggi.

Para tersangka ini diamankan polisi, Rabu (27/2) siang. Polisi menyatakan mereka membuat keributan dan memprovokasi warga di acara tabligh akbar yang digelar Nahdlatul Ulama (NU) di Lapangan Sri Mersing, Tebing Tinggi.

"Sekitar pukul 11.44 WIB mereka masuk dan berteriak-teriak membubarkan. Kemudian ada kalimat sesat sambil mengacungkan tanda jari dua jari, dengan menggunakan baju hashtag #2019GantiPresiden," jelas Tatan.

Para tersangka juga mengajak beberapa ibu yang sedang mengikuti pengajian untuk aksi demo di acara juga yang dihadiri Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto itu. "Dan ibu-ibu menolak aksi tersebut, sehingga sempat terjadi kegaduhan. Sempat ada yang ditarik juga, sempat ada anggota juga yang didorong, sehingga dilakukan tindakan kepolisian untuk mengamankan," jelas Tatan.

Awalnya, polisi mengamankan 9 orang dari lokasi. Namun 1 orang dikembalikan karena dinilai tidak terlibat langsung.

"Tadi malam, dari hasil pengembangan ada 3 orang lagi (yang diamankan). Mereka sudah ditetapkan sebagai tersangka dan hari ini dilakukan penahanan," tegas Tatan.

Dia menjelaskan, para tersangka dikenakan Pasal Pasal 160 subsider Pasal 175 jo Pasal 55, 56 KUHPidana. Pasal 160 adalah pasal penghasutan yang sudah diubah MK rumusannya menjadi delik materil. Sementara Pasal 175 mengatur ancaman terhadap perbuatan merintangi acara keagamaan.

Pasal 160 KUHP memuat ancaman pidana penjara paling lama 6 tahun atau denda paling banyak Rp 4.500. Pasal 175 KUHP memuat ancaman penjara paling lama 1 tahun 4 bulan.

Kasus ke-11 tersangka ini ditangani Polres Tebing Tinggi. "Polda Sumut memback up dan terus memantau perkembangan situasinya," sebut Tatan. [bal]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. PBNU
  3. Ormas
  4. Ormas Sweeping
  5. Medan
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini