10 WNA Ajukan Diri Jadi WNI ke Kemenkumham Bali Sepanjang 2021

Kamis, 30 Desember 2021 00:08 Reporter : Moh. Kadafi
10 WNA Ajukan Diri Jadi WNI ke Kemenkumham Bali Sepanjang 2021 Kepala Kantor Wilayah Kemenkum HAM Bali Jamaruli Manihuruk. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Sebanyak 10 warga negara asing (WNA) dari berbagai negara mengajukan diri menjadi warga negara Indonesia (WNI) di Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Provinsi Bali sepanjang 2021. Dua di antaranya sudah resmi diterima menjadi WNI.

"WNA yang mengajukan permohonan memang 10 orang. Tapi itu masih berproses belum selesai yang selesai dua orang," kata Kepala Kemenkumham Bali Jamaruli Manihuruk di Kantor Kemenkumham Bali, Rabu (29/12).

Dua WNA yang baru resmi jadi WNI ialah Michael Romeo Lorenti Jr asal Amerika dan Indra Jonas Rapp asal Jerman. Mereka telah disumpah pada 22 Maret 2021 lalu.

Sisanya masih berproses menjadi WNI, yakni Troy Sinclair asal Inggris, Marlon Gerber asal Swiss, Michael Szarata asal Jerman, Ni Wayan Samantha Isabhela Keatinge asal Australia, Oyagi Shufa asal Jepang, Afandy Dharma Fairbrother asal Inggris, dan Israel Rovirosa Figueroa asal Meksiko. "Itu, masih berproses dan masih kita ajukan ke pusat ke Kementerian Hukum dan HAM," imbuhnya.

2 dari 2 halaman

Syarat Jadi WNI

Ia juga menerangkan, syarat WNA agar bisa menjadi WNI di antaranya telah tinggal di Indonesia selama 5 tahun berturut-turut atau 10 tahun tidak berturut-turut. Selain itu, bisa berbahasa Indonesia serta mengakui dasar negara Pancasila dan UUD 1945 dan tidak pernah dijatuhi hukuman pidana atau penjara karena terbukti melakukan tidak pidana atau kejahatan.

"Kalau tidak sampai lima tahun berturut-turut tapi akan ada Kartu Ijin Tinggal Terbatas (Kitas) dan Kartu Izin Tinggal Tetap (Kitap). Kalau Kitas biasanya itu bisa nyambung-putus makanya tinggalnya 10 tahun tidak berturut-turut tapi begitu dia beralih ke Kitap itu dia bisa nyambung sampai 5 tahun," ujarnya.

"Ketika ini terpenuhi, di situ dia boleh menjadi warga negara Indonesia, tapi masih ada persyaratan lain. Misalnya, harus bisa berbahasa Indonesia, dan punya maksud yang baik terhadap Indonesia misalnya tidak sampai merugikan pemerintah Indonesia," jelasnya.

Ia mencontohkan, salah satu WNA dari Meksiko yaitu Israel Rovirosa Figueroa yang mengajukan diri menjadi WNI. Dari penilaian saat melakukan wawancara dan diskusi, WNA itu punya keinginan membangkitkan ekonomi Bali dan juga salah satu pengusaha makanan dari Meksiko dan bisa membuka lapangan kerja.

"Jadi, jangan sampai dia jadi WNI menjadi pengangguran dan menjadi beban pemerintah kita, termasuk yang kita lihat ketaatan dia terhadap perundang-udangan. Kita juga akan melihat wajib pajak, taat tidak pada pajak dia selama ini," ujarnya.

"Kita (juga cari informasi) di kepolisian apakah menuruti peraturan perundang-undangan tidak dia, ada tidak pelanggaran-pelanggaran, pernah tidak dia dipenjara di sini. Nah itu yang kita lihat. Jadi, memang harus memberikan manfaat kepada pemerintah dan juga Indonesia," ujar Jamaruli.

[yan]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini