10 Tahun Hilang, Kasus Polio Muncul Lagi di Aceh Diduga Akibat Imunisasi Rendah

Sabtu, 26 November 2022 16:06 Reporter : Alfath Asmunda
10 Tahun Hilang, Kasus Polio Muncul Lagi di Aceh Diduga Akibat Imunisasi Rendah Anak-anak diberi vaksin campak pentablo dan polio. ©2020 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyatakan cakupan imunisasi rutin di Indonesia mengalami penurunan signifikan. Termasuk imunisasi polio yaitu; Oral Polio Vaccine (OPV) dan Inactivated Poliovirus Vaccine (IPV).

Menurut Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI, Maxi Rein Rondonuwu, salah satu penyebab hal tersebut bisa terjadi karena pandemi Covid-19 sehingga membuat proses pemberian imunisasi tidak berjalan optimal.

"Walaupun kasus polio akibat virus polio liar sudah tidak ditemukan lagi di Indonesia selama lebih dari 10 tahun, namun penyakit ini masih mungkin terjadi di wilayah Indonesia," kata Maxi saat dalam Pertemuan Advokasi dan Sosialisasi SUB PIN Polio atau Outbreak Response Immunization (ORI) di Banda Aceh, Jumat (25/11).

Maxi mengatakan, temuan kasus baru polio di Aceh beberapa waktu lalu, kemungkinan dikarenakan importasi virus dari negara lain, atau virus vaksin yang bermutasi di daerah dengan cakupan imunisasi polio rendah dalam jangka waktu lama.

"Seperti yang ditemukan di Pidie, yang diakibatkan oleh Vaccine-Derived Polio Virus Type 2 atau VDPV2," ujarnya.

Maxi melanjutkan, Komite Ahli Eradikasi Polio dan Komite Penasehat Ahli Imunisasi Nasional telah merekomendasikan agar dilakukan pemberian imunisasi novel Oral Polio Vaccine Type 2 (nOPV2), kepada seluruh sasaran anak usia 0 bulan sampai dengan 12 tahun.

Untuk menyikapi hal itu, maka akan dilaksanakan Sub Pekan Imunisasi Nasional (SUB PIN) di seluruh wilayah Aceh, yang dimulai pada minggu kelima bulan November tahun 2022 dengan target cakupan minimal 95 persen.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Keistimewaan Aceh, M Jafar, menegaskan perlu respons cepat seluruh pemangku kepentingan di Aceh untuk mengatasi virus polio yang telah ditetapkan pemerintah sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) itu, usai temuan satu kasus di Kecamatan Mane, Pidie.

Menurutnya, pertemuan yang membahas langkah-langkah advokasi dan sosialisasi terkait ORI untuk penanganan kasus polio di Aceh ini, sangat penting sebagai langkah awal memperkuat pencegahan guna memberikan perlindungan kepada anak-anak Aceh agar terhindar dari penyakit lumpuh layu.

"Jika kita lalai, ancaman virus ini bukan tidak mungkin akan menyebar ke berbagai daerah. Temuan kasus di Pidie jangan sampai menjadi sebuah wabah yang mengancam anak-anak Aceh," tegasnya. [noe]

Baca juga:
Kemenkes Temukan 3 Anak Positif Polio Tanpa Gejala Lumpuh Layuh di Aceh
Jangan Anggap Sepele, Ini Gejala dan Bahaya Polio Terhadap Tumbuh Kembang Anak
Kasus Polio Bertambah, Pemerintah Vaksinasi Seluruh Anak di Aceh

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini