10 Hari Hilang di Hutan Bondowoso, Nenek 88 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia

Rabu, 18 September 2019 11:49 Reporter : Muhammad Permana
10 Hari Hilang di Hutan Bondowoso, Nenek 88 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia Jenazah Nenek Aryami. ©2019 Basarnas Pos Jember

Merdeka.com - Setelah 10 hari hilang di hutan, nenek Bunadi Maryami akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal pada Rabu (18/9) pagi. Nenek berusia 88 tahun itu ditemukan cukup jauh dari lokasi awal dia terlihat.

"Benar, ada laporan penemuan jenazah. Memang kalau dari ciri-ciri pakaian yang melekat dan ciri-ciri fisik jenazah, mengarah pada korban nenek Aryami yang sedang kita cari," ujar Rudi Prahara, Komandan Search Rescue Unit (Dan SRU) Basarnas Pos Jember saat dikonfirmasi Merdeka.com.

Saat ini, jenazah Aryami sedang dalam proses evakuasi dari lokasi penemuan menuju Rumah Sakit Umum Daerah Koesnadi (RSUD) Koesnadi. Dari informasi yang dihimpun, jenazah langsung dimandikan dan dimakamkan karena keluarga menolak untuk diautopsi.

Penemuan jenazah Nenek Aryami terjadi selang 3 hari setelah operasi pencarian secara resmi dihentikan. Nenek Aryami dilaporkan hilang pada Senin (09/09) lalu, saat terpisah dari rekannya ketika mencari tanaman liar sebagai bahan makanan. Saat itu Nenek Aryami terakhir terlihat di areal hutan di Bukit Tongguk, Desa Trotosari, Kecamatan Tlogosari.

Setelah dicari selama seminggu hasilnya tetap nihil. Karena itu, operasi pencarian secara resmi dihentikan pada Senin (16/09) petang kemarin. "Sesuai SOP yang berlaku di kami, operasi pencarian secara resmi dihentikan jika selama 7 hari tidak ada tanda-tanda akan ditemukan," papar Rudi.

Namun operasi pencarian secara swadaya oleh warga masih dilakukan. Hingga akhirnya jenazah dengan ciri-ciri yang mengarah pada nenek Aryami ditemukan hari ini.

"Jenazah ditemukan sekitar 2 kilometer dari titik awal Nenek Aryami dilaporkan menghilang. Yakni di Bukit Suluk, sebelah utara dari Bukit Tongguk. Kira-kira masuk Desa Pecalongan," jelas Rudi.

Titik penemuan tersebut merupakan batas terjauh dari area penyisiran selama masa 7 hari pencarian. Selama seminggu tersebut, tim gabungan yang melibatkan berbagai unsur dan menyisir tiga area, yakni sejauh 2 kilometer ke arah Utara, Timur dan Barat dari titik terakhir korban terlihat.

Tim pencari tidak menyangka, Nenek Aryami bisa mencapai titik tersebut. "Secara logika, rasanya tidak mungkin nenek berusia 88 tahun bisa berjalan sampai sejauh itu. Jika dilihat dari medan yang penuh pepohonan, banyak yang sulit dijelaskan," papar Rudi. [ray]

Topik berita Terkait:
  1. Orang Hilang
  2. Penemuan Mayat
  3. Bondowoso
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini