10 Alat peringatan dini di Gunung Merapi rusak

Sabtu, 1 September 2018 05:31 Reporter : Purnomo Edi
10 Alat peringatan dini di Gunung Merapi rusak Alat Peringatan Dini Gunung Merapi. ©2018 Merdeka.com/Purnomo Edi

Merdeka.com - Berbagai langkah mitigasi bencana disiapkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman setelah munculnya kubah lava baru di Gunung Merapi. Langkah mitigasi yang dilakukan di antaranya dengan melakukan pendataan alat peringatan dini atau early warning system (EWS).

Kasi Mitigasi Bencana BPBD Sleman Joko Lelono mengatakan, pengecekan EWS dilakukan di kawasan Pakem dan Cangkringan. EWS, kata Joko, digunakan sebagai peringatan dini terjadinya erupsi dan juga munculnya lahar hujan.

Joko menjabarkan pengecekan dilakukan kepada 30 EWS yang terpasang di puncak dan jalur lahar dingin. Dari total jumlah itu, diketahui ada 10 yang mengalami kerusakan.

"Dari total EWS yang dipunya diketahui ada yang mengalami kerusakan. Ada 10 EWS yang mati total," ujar Joko, Jumat (31/8).

Joko menerangkan saat ini ada 20 EWS yang bisa berfungsi normal. Bahkan untuk memastikan kondisi 20 EWS itu, ujicoba alat sudah dilakukan.

"Masih bisa terkondisikan. Sudah kami uji coba untuk yang 20 EWS, berfungsi normal dan hidup semua,” urai Joko.

Joko menambahkan walau hanya ada 20 EWS yang kondisinya normal dirinya memastikan peringatan dini akan tetap normal. Selain mengandalkan EWS, lanjut Joko, pihaknya juga menggunakan potensi SAR dan para relawan di kawasan Gunung Merapi.

"Kami juga menghimbau agar relawan dan tim SAR berperan aktif. Terutama terkait persebaran informasi hingga persiapan titik evakuasi dan pendukungnya," tutup Joko. [gil]

Topik berita Terkait:
  1. Gunung Merapi
  2. Sleman
  3. Merapi
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini