1 Tersangka kasus pungli Rp 6,1 M di TPK Palaran jadi buronan polisi

Senin, 20 Maret 2017 13:49 Reporter : Nur Aditya
Pungli peti kemas di Samarinda. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Penyidik gabungan Bareskrim Polri dan Ditreskrimsus Polda Kaltim, menetapkan 3 tersangka dari kasus pungli di area terminal peti kemas (TPK) Palaran, Samarinda. Dua dari kasus pungutan parkir koperasi ormas PDIB dan 1 dari koperasi tenaga kerja bongkar muat (TKBM) Komura.

HS, satu dari 2 tersangka kasus pungli parkir di terminal peti kemas (TPK) Palaran, Samarinda, masuk buruan Polri. Ketua koperasi serba usaha (KSU) ormas Pemuda Demokrat Indonesia Bersatu (PDIB) itu jadi buronan polisi setelah tak kunjung datang usai ditetapkan jadi tersangka.

"HS, kita jadikan tersangka, tapi tidak muncul-muncul. Dia masuk daftar pencarian orang (DPO). Kita imbau, dia segera menyerahkan diri," kata Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol Safaruddin, di mako Brimob Polda Kaltim Detasemen B Samarinda, Senin (20/3).

Menurut Safaruddin, para pelaku memiliki peran berbeda dalam menjalankan aksinya. Seperti NA, berperan sebagai penentu tarif retribusi per kendaraan yang masuk TPK Palaran. "Sementara HS, ketua PDIB, dia yang menikmati pungutan itu," ujar Safaruddin.

"Sedangkan DH dari Komura, semua aliran dana menggunakan namanya dia, sebagai sekretaris. Untuk pembagiannya, kita sedang telusuri kemana saja. Kita akan libatkan PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) dan perbankan," tambahnya.

Safaruddin mengisyaratkan, rekening deposito dari aset Komura yang disita bernilai ratusan miliar diduga hasil pungli dan pencucian uang. Nilai tabungan itu dinilai bakal bertambah.

"Saya katakan, tidak mungkin nilainya hanya ratusan miliar. Kita lihat, bisa lebih besar lagi, dan dinikmati beberapa pihak. Kita akan tuntaskan yang menikmati itu," terang Safaruddin.

"Kemudian soal pungli KSU PDIB, ya benar, Wali Kota Samarinda (Syaharie Jaang) kita periksa kemarin. Kita akan kroscek lagi dengan saksi lain, sejauh mana keterlibatan Wali Kota," sebutnya lagi.

Safaruddin juga menegaskan, saat ini, pemeriksaan dan penyelidikan, masih berlangsung. Selain pasal pemerasan dan korupsi, penyidik juga menelisik dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam kasus ini.

"Kita telusuri sejak kapan itu berlangsung. Saya berani pastikan, tersangka akan bertambah, sesuai bukti dan keterangan saksi-saksi," demikian Safaruddin. [gil]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.