1 Pengasuh Ponpes dan 5 Santriwati Tewas Tenggelam di Kubangan Bekas Galian C

Senin, 9 Maret 2020 15:16 Reporter : Danny Adriadhi Utama
1 Pengasuh Ponpes dan 5 Santriwati Tewas Tenggelam di Kubangan Bekas Galian C Ilustrasi mayat. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/forestpath

Merdeka.com - Diduga terpeleset, lima santriwati dan seorang pengasuh Pondok Pesantren Al Latifiyyah KH Wahyudi tewas tenggelam di kubangan bekas galian tambang C Dusun Subotuwo, Desa Kronggen, Brati, Kabupaten Grobogan, Senin (9/3) pukul 08.00 WIB. Saat kejadian, korban korban sedang cuci tangan.

Enam korban yakni pengasuh Ponpes bernama KH Wahyudi, santriwati SS (17), NI (12), LLM (16), IN (12) dan SLM (17).

Camat Brati Joko Supriyanto mengatakan, kejadian terjadi ketika para santriwati sedang kerja bakti di lingkungan pondok pesantren. Karena tangan kotor usai kerja bakti, para korban izin kepada pengasuh Ponpes untuk cuci tangan di kubangan bekas galian C.

"Para santri izin cuci tangan, tapi kok ada informasi satu orang terpeleset di kubangan tenggelam," kata Joko Supriyanto saat dikonfirmasi, Senin (9/3).

Mengetahui ada santriwati yang tenggelam, KH Wahyudi berusaha menolong. Namun karena lokasi sangat licin, akhirnya pengasuh ikut tenggelam.

"Jadi tidak pengasuh Ponpes saja. Dua orang selamat," jelasnya.

Kepala Pelaksana BPBD Grobogan Endang Sulistyoningsih mengatakan, tim yang mendapatkan laporan segera melakukan evakuasi. Dari korban yang tenggelam, terdapat dua orang selamat yaitu NAMH (16) dan LALH (15).

"Dua korban selamat masih dalam perawatan di puskesmas terdekat," kata Endang Sulistyoningsih.

Hingga kini, kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara. "Tadi polisi masih meminta keterangan saksi," tutup Endang Sulistyoningsih. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Tewas Tenggelam
  3. Semarang
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini