1 Korban Sriwijaya Air Pulang ke Jakarta untuk Belanja Baju dan Dijual di Pontianak

Rabu, 13 Januari 2021 15:53 Reporter : Muhamad Agil Aliansyah
1 Korban Sriwijaya Air Pulang ke Jakarta untuk Belanja Baju dan Dijual di Pontianak Keluarga Korban Kecelakaan Sriwijaya Air Datangi Posko Ante Mortem. ©2021 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Warga Pesanggrahan, Jakarta Selatan, dipastikan jadi korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak di Perairan Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1). Korban adalah Asy Habul Yamin dengan nomor kantong temuan 0072 dan 0029. Dari dua kantong tersebut diketahui memiliki identitas yang sama.

Korban merupakan warga Petukangan, Pesanggrahan Jakarta Selatan, atas nama Ash Habul Yamin berusia 36 tahun. Korban teridentifikasi dengan pencocokan sidik jari yang tercatat di data KTP elektronik miliknya.

Dalam peristiwa kecelakaan tersebut Ash Habul Yamin tidak sendiri, ia berangkat ke Pontianak bersama sang adik, Faizal Rahman (30) yang jasadnya belum teridentifikasi.

"Keduanya punya usaha jualan baju di Pontianak, ke Jakarta sebulan sekali untuk belanja," kata salah seorang kerabat korban, Sandra Harisadi, dikutip Antara, Rabu (13/1).

Ash Habul Yamin tercatat tinggal di Jalan Sakti nomor 7a RT 5/RW 6, Kelurahan Petukangan Selatan, Kecamatan Pesanggrahan.

Korban Ash Habul Yamin meninggalkan seorang istri dan empat orang anak. Saat ini di rumah korban telah dipasang tenda dan terdapat satu karangan bunga ucapan belasungkawa.

Sandra mengatakan pihak keluarga berharap jasad Faizal Rahman, adik Ash Habul Yamin segera teridentifikasi, agar bisa dikebumikan secepatnya oleh pihak keluarga.

"Rencananya mau dimakamkan di TPU Tanah Kusir, menunggu setelah jasad Faizal Rahman diidentifikasi," kata Sandra.

Diketahui, tiga korban Sriwijaya Air SJ-182 kembali teridentifikasi. Mereka terkonfirmasi melalui hasil validasi empat kantong jenazah.

"Tim Inafis Polri berhasil identifikasi tiga korban. Dan atas dasar kemanusiaan serta kondisi psikologis terhadap keluarga korban, kami tak akan menayangkan foto maupun bentuk body part yang kami periksa sehingga kami hanya sebutkan identitas korban," ujar Kepala Pusat Indonesia Automatic Fingerprint Identification (Inafis) Polri Brigjen Hudi Suryanto saat jumpa pers di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (12/1).

Tiga korban baru teridentifikasi antara lain Asy Habul Yamin dengan nomer kantong temuan 0072 dan 0029. Dari dua kantong tersebut diketahui memiliki identitas yang sama.

"Jadi ada dua bagian tubuh yang merupakan satu kesatuan. Korban kelahiran Sintang, 31 Mei 1984, pria, dan beragama Islam, tinggal di Pesanggrahan, dengan nomor manifes 40," jelas Hudi.

Korban kedua yang teridentifikasi dari kantong bernomor 0020, bernama Fadly Satrianto. Berjenis kelamin pria, kelahiran Surabaya 6 Desember 1982, beragama Islam. Alamat, Teluk Penanjung, Flamboyan Jawa Timur, terdaftar dengan nomer manifest 31.

"Ini adalah co-pilot Sriwijaya. Kami sudah perbandingkan sidik jarinya dengan e-ktp telunjuk korban ini cocok," ungkap Hudi.

Korban ketiga yang teridentifikasi, bernama Khasanah dari nomor kantong jenazah 0040. Memiliki tempat tanggal lahir Lamongan 28 Desember 1970. Berjenis kelamin perempuan, beragama Islam, beralamat di Gang Lentoro Jalur III, RT 05/05, Kecamatan Pontianak Barat, Kalimantan Barat.

"Korban terdaftar sebagai penumpang dengan nomor manifest 28. Ini juga sudah kami perbandingan sidik jarinya, jempol kanan antara yang ada di e-KTP dengan bagian tubuh dari kantung mayat tersebut. Kita temukan 12 titik kesamaan, sehingga bisa dinyatakan itu adalah identik," ucap Hudi.

Dengan teridentifikasinya tiga korban hari ini, total sudah ada empat korban yang berhasil diketahui. Sebelumnya, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri saat ini telah mengungkap satu identitas korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air bernomor penerbangan SJ-182. Adapun nama korban ialah Okky Bisma seorang warga Kramat Jati, Jakarta Timur, DKI Jakarta.

Okky merupakan korban pertama yang berhasil diidentifikasi. Mengacu pada manifes, Okky merupakan pria kelahiran Jakarta 1991. Data-data tersebut dikatakan cocok dengan yang terdapat dalam data E-KTP milik Dukcapil. [gil]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini