Perbankan Telah Salurkan Kredit Rp5.652 Triliun per September 2021

Senin, 8 November 2021 10:44 Reporter : Merdeka
Perbankan Telah Salurkan Kredit Rp5.652 Triliun per September 2021 OJK. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kredit disalurkan perbankan mencapai Rp5.652,8 triliun per September 2021. Pencapaian tersebut ditopang oleh 4 sektor, di antaranya sektor transportasi, pertanian, konstruksi, dan rumah tangga.

Juru Bicara OJK, Sekar Putih Djarot mengatakan, pencapaian itu juga didukung oleh Stabilitas sistem keuangan pada September 2021 yang bertumbuh positif. Ini terlihat pada pertumbuhan kredit dan penghimpunan dana di pasar modal seiring terkendalinya pandemi Covid-19 dan meningkatnya aktivitas perekonomian.

Menurutnya, aktivitas perekonomian global mulai pulih sejalan penyebaran Covid-19 varian delta mulai mereda dan peningkatan vaksinasi khususnya di negara berkembang.

"OJK secara berkelanjutan melakukan asesmen terhadap sektor jasa keuangan dan perekonomian untuk menjaga momentum percepatan pemulihan ekonomi nasional serta terus memperkuat sinergi untuk menjaga stabilitas sistem keuangan," kata Sekar dikutip dari OJK Update, Senin (8/11).

Secara rinci, pertumbuhan kredit berdasarkan sektor yang besar didukung oleh sektor transportasi 14,59 persen, pertanian 4,34 persen, konstruksi 3,6 persen dan rumah tangga 3,77 persen.

Di samping itu, kredit perbankan terus meningkat dan tumbuh 2,21 persen yoy (3,12 persen ytd) pada September 2021. Pertumbuhan kredit di sektor transportasi, pertanian, rumah tangga dan konstruksi juga tumbuh positif, serta dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh capai 7,69 persen yoy.

Di sisi lain, Sekar menyampaikan, penghimpunan dana di pasar modal hingga 26 Oktober 2021 telah mencapai Rp273,9 triliun atau meningkat 282,8 persen dari periode yang sama tahun lalu, dengan 40 emiten baru. NAB Reksa Dana juga meningkat diiringi pertumbuhan jumlah investor domestik yang mencapai 6,4 juta investor.

Lalu, pada September 2021, penyaluran pembiayaan Fintech P2P Lending juga tumbuh mencapai Rp27,48 triliun atau meningkat 116,2 persen yoy. Sementara, piutang perusahaan pembiayaan melanjutkan tren perbaikan meskipun masih terkontraksi dengan tumbuh -7,0 persen yoy.

2 dari 2 halaman

Profil Risiko

Adapun hingga September 2021, profil risiko lembaga jasa keuangan terjaga dengan rasio NPL gross tercatat sebesar 3,22 persen (NPL net: 1,04 persen) dan rasio NPF Perusahaan Pembiayaan turun pada 3,85 persen.

"Likuiditas industri perbankan berada pada level yang memadai. Rasio alat likuid/non-core deposit dan alat likuid/DPK masing-masing pada level 152,8 persen dan 33,53 persen, jauh di atas threshold masing-masing sebesar 50 persen dan 10 persen," ujarnya.

Sekar menegaskan, bahwa permodalan lembaga jasa keuangan terpantau kuat. Capital Adequacy Ratio industri perbankan sebesar 25,24 persen, jauh di atas threshold. Risk-Based Capital industri asuransi jiwa dan asuransi umum masing-masing tercatat sebesar 587,74 persen dan 341,61 persen, jauh di atas ambang batas ketentuan sebesar 120 persen.

"Begitupun gearing ratio perusahaan pembiayaan yang tercatat sebesar 1,95x, jauh di bawah batas maksimum 10x," pungkasnya.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com

[idr]
Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. OJK
  3. Perbankan
  4. Kredit Bank
  5. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini