OJK Ingin Bank Syariah di Indonesia Lebih Kompetitif, Bagaimana Caranya?

Sabtu, 24 September 2022 14:00 Reporter : Merdeka
OJK Ingin Bank Syariah di Indonesia Lebih Kompetitif, Bagaimana Caranya? OJK. ©2013 Merdeka.com/Harwanto Bimo Pratomo

Merdeka.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kini tengah fokus untuk membantu pengembangan perbankan syariah di Indonesia. Regulator tersebut menginginkan bank syariah di Tanah Air bisa semakin kompetitif dengan pendekatan semakin rasional.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan merangkap Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dian Ediana Rae mengakui bahwa perkembangan perbankan syariah di Indonesia sangat lama. Meski demikian, saat ini ada sedikit perubahan dengan hadirnya Bank Syariah Indonesia (BSI).

"Sekarang sudah ada BSI, saya adalah salah satu orang yang ikut senang," kata Dian di Bandung, Sabtu (24/9).

Meski demikian, dia mengaku belum puas karena hanya ada satu bank syariah yang besar. Ibaratnya, BSI kini sudah jadi paus (besar), dan menjadi saingan bank syariah kecil.

"Tidak sehat juga kalau kemudian ada BSI seperti paus, yang lain teri atau kakap," katanya.

Oleh karena itu, OJK katanya akan berfokus pada perkembangan bank syariah. Ini dilakukan dengan upaya lebih sistemik dan mendasar, dan mencari masalah sebenarnya di bank syariah.

"Bank syariah akan semakin kompetitif dan pendekatan semakin rasional. Bank Syariah harus kompetitif," tutupnya.

2 dari 2 halaman

Penetrasi Bank Syariah Indonesia Kalah Dibandingkan Malaysia

PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Tbk mengakui penetrasi industri perbankan berbasis syariah di Indonesia masih rendah. Tercatat di akhir tahun 2020 lalu penetrasi bank syariah di Indonesia baru sekitar 6,51 persen atau masih di bawah 7 persen. Angka ini jauh dibandingkan dengan Malaysia yang penetrasinya sudah hampir 30 persen.

Chief Economist BSI Banjaran Surya Indrastomo mencatat, setidaknya ada empat faktor penyebab rendahnya tingkat penetrasi perbankan syariah di Tanah Air. Pertama, ialah jaringan.

Dalam bahan paparannya, jumlah jaringan bank konvensional di Indonesia saat ini telah mencapai 28.342 kantor unit. Sedangkan, jaringan perbankan syariah baru mencapai 2.664 kantor unit.

"Kita lihat layanan syariah ini versus jumlah penduduk 1 berbanding 101.426 ribu orang," ujarnya dalam Webinar Gebyar Safari Ramadan di Jakarta, Rabu (6/4).

Kedua, rendahnya literasi dan inklusi keuangan syariah juga menjadi faktor minimnya penetrasi perbankan syariah. Ketiga, infrastruktur IT dan Digital Channel. "Ini berbagai layanan digital juga terus kita dorong," ujarnya.

Keempat yaitu permodalan. Hal ini menyebabkan ekspansi bisnis yang dilakukan oleh perbankan syariah masih terbatas.

Meski begitu, melalui merger atau penggabungan usaha tiga bank pelat merah yakni PT Bank BRIsyariah Tbk, PT Bank Syariah Mandiri, dan PT Bank BNI Syariah menjadi PT Bank Syariah Indonesia Tbk diyakini akan mendongkrak penetrasi perbankan syariah di Indonesia.

"Ini alasan dari bagaimana pemerintah bergerak untuk mendorong merger dari bank syariah anak BUMN. Sehingga secara permodalan lebih kuat, secara jaringan lebih besar," tutupnya.

[idr]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini