Jurus Bos BTN Tingkatkan Produktivitas Pekerja Hingga 699 Persen

Rabu, 14 Juli 2021 17:00 Reporter : Idris Rusadi Putra
Jurus Bos BTN Tingkatkan Produktivitas Pekerja Hingga 699 Persen Direktur Utama BTN, Haru Koesmahargyo. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - PT Bank Tabungan Negara atau BTN mencatat produktivitas pegawai perusahaan pelat merah tersebut tercatat naik hingga 699 persen secara tahunan dari Rp18,2 miliar pada Desember 2019 menjadi Rp145,49 miliar pada Desember 2020. Selain itu, employee engagement BTN pun naik dari 85 persen menjadi 88 persen.

Direktur Utama Bank BTN Haru Koesmahargyo mengatakan, peningkatan produktivitas bisa dicapai karena beberapa hal. Salah satunya menciptakan karyawan dan keluarga yang sejahtera, mempersingkat proses rekrutmen tanpa menghilangkan kualitas, mengimplementasikan proses rekrutmen spesialis dengan 10 universitas papan atas, hingga rekrutmen secara digital.

Bank BTN katanya juga terus melakukan penyesuaian remunerasi, fokus pada pengembangan karyawan, dan berupaya memberikan penghargaan kepada pegawai secara optimal.

"Tentunya kami juga tetap berlandaskan pada nilai-nilai Akhlak dari Kementerian BUMN untuk menciptakan budaya kerja yang baik, efisien, dan produktif di Bank BTN," ujar Haru dikutip dari Antara, Rabu (14//7).

Dengan peningkatan produktivitas ini, BTN meraih dua penghargaan pada ajang HR Excellence 2021. Emiten bersandi saham BBTN itu meraih dua predikat AA pada kategori Reward Management & Talent Retention dan HR Digitalization & People Analytics.

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir meluncurkan buku Akhlak untuk Negeri. Peluncuran buku tersebut diharapkan menjadi tonggak bagi BUMN untuk merajai pasar internasional.

"Akhlak menjadi dasar yang dicanangkan BUMN untuk membentuk reputasi, yang saya harapkan juga BUMN tidak hanya jago kandang tetapi juga mendunia," ujar Erick Thohir, Jakarta, Rabu (1/6).

Dia mengatakan, banyak perusahaan BUMN milik berbagai negara mampu bersaing dikancah internasional. Untuk itu dia menyakini Indonesia mampu melakukan hal yang sama.

"Kalau kita lihat banyak perusahaan BUMN yang ada dari berbagai negara bisa kelas dunia kenapa kita tidak. Tentu sebelum ke sana, bagaimana kita menjaga reputasi BUMN menjadi hal penting karena berkaitan dengan pengelolaan kekayaan negara dan keadilan yang lebih baik bagi kita," paparnya.

2 dari 2 halaman

Masa Depan BUMN

Dia melanjutkan, akhlak menjadi dasar untuk menyambut masa depan BUMN dan Indonesia untuk khususnya 2030-2040. Pada waktu tersebut, Indonesia diprediksi mendapat bonus demografi penduduk yang produktif yang usianya muda.

"Ini juga kita harus memetik manfaatnya jangan sampai generasi muda ini menjadi beban tetapi menjadi satu nilai tambah bangsa ini. Karena itu bonus demografi ini, kementerian BUMN bisa membentuk sistem talent yang baik. Merebut talent terbaik di Indonesia," jelasnya.

"Generasi muda yang bisa menjadi kesinambungan BUMN saya terus berpesan kepada pimpinan BUMN jangan segan segan menjadi mentor kepada yang lebih muda. Kita jangan memimpin saat ini saja tetapi masa yang akan datang."

[idr]
Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Perbankan
  3. Erick Thohir
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini