Gerakkan Roda Ekonomi, Amar Bank Fokus Salurkan Pembiayaan ke Pengusaha UKM

Minggu, 16 Oktober 2022 18:00 Reporter : Merdeka
Gerakkan Roda Ekonomi, Amar Bank Fokus Salurkan Pembiayaan ke Pengusaha UKM UMKM. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Emiten bank digital, PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR) atau Amar Bank tengah fokus untuk mengembangkan platform pinjaman digitalnya, Tunaiku. Platform ini juga ke depannya akan menyasar sektor UKM (Usaha Kecil Menengah) di Indonesia.

Masuknya Amar Bank ke segmen UKM diharapkan dapat mendorong pertumbuhan yang signifikan. Mengingat segmen tersebut di Indonesia sangat besar namun masih belum terlayani. Berdasarkan data Asian Development Bank, segmen UKM menyumbang 61 persen dari PDB Indonesia dan juga menyumbang lebih dari 96 persen dari total perusahaan dan karyawan di negara ini.

"Oleh karena itu, UKM memainkan peran penting dalam perekonomian Indonesia. Namun, pinjaman yang diberikan kepada segmen UKM masih kurang dari 20 persen berdasarkan total pinjaman yang disalurkan di Indonesia. Sebagai penggerak pertama dalam perbankan digital," ucap Executive Vice President Finance Amar Bank, David Wirawan di Jakarta, Minggu (16/10).

Surya Fajar Sekuritas (SFS) baru-baru ini menerbitkan laporan bahwa kerja sama AMAR dengan Investree akan memperluas target pasarnya ke segmen pelanggan yang lebih besar dan saling melengkapi.

Secara khusus, Investree menargetkan segmen kredit usaha kecil dan menengah (UKM) yang belum terlayani, yang kini dapat dilayani melalui AMAR. Sementara AMAR terus bertumbuh pesat di segmen kredit konsumer dan bisnis mikro melalui platform pinjaman digitalnya, Tunaiku.

Pada tahun 2016-2021 AMAR merealisasikan CAGR 96 persen dalam penyaluran pinjaman melalui Tunaiku, dari hanya Rp73 miliar pada 2016 menjadi Rp2,1 triliun pada 2021.

2 dari 2 halaman

Catat Laba Rp150 Miliar

Analis SF Sekuritas kini memperkirakan pendapatan bunga bersih dan laba bersih AMAR tumbuh sebesar 32,2 persen dan 17,4 persen CAGR masing-masing pada tahun 2023-2027, berdasarkan CAGR 27,7 eprsen dalam penyaluran pinjaman.

Laporan tersebut menyoroti bahwa pada tahun 2023, AMAR diperkirakan akan mencatat laba bersih sebesar Rp150,9 miliar, didorong oleh peningkatan pendapatan bunga bersih sebesar 49 persen yoy.

Laporan tersebut lebih lanjut menyoroti bahwa saat ini segmen konsumer dan bisnis mikro berkontribusi sekitar 87 persen dari total pinjaman AMAR, sedangkan segmen korporasi besar berkontribusi 13 eprsen.

Kolaborasi dengan Investree akan memungkinkan AMAR untuk mengakses segmen UKM dan memungkinkan bank untuk mempertahankan pertumbuhan dan diversifikasi kredit yang kuat ke depan.

[idr]
Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. UMKM
  3. Perbankan
  4. Kredit Bank
  5. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini