Bocoran Dirut BNI: Akuisisi Satu Bank untuk Dijadikan Bank Digital

Senin, 22 November 2021 18:15 Reporter : Sulaeman
Bocoran Dirut BNI: Akuisisi Satu Bank untuk Dijadikan Bank Digital Royke Tumilaar. ©Bank Mandiri

Merdeka.com - Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Royke Tumilaar membocorkan bahwa perusahaan tengah melakukan akuisisi terhadap salah satu bank untuk diubah menjadi bank fully digital. Meski begitu, dia tidak menyebutkan nama bank yang tengah diakuisisi tersebut.

"Kami sampaikan, kami sedang untuk mengakuisisi satu bank untuk mengubah menjadi fully digital bank," bebernya dalam webinar di Jakarta, Senin (22/11).

Royke menyampaikan, pembentukan bank digital itu bagian dari strategi bisnis perusahaan di tengah kemajuan pemanfaatan teknologi digital. Termasuk oleh lembaga keuangan.

"Bank konvensional itu harus dilakukan digital, juga inovasi untuk produk. Selain mempercepat pertumbuhan nasabah aktif. Itu (bank digital) juga bisa melayani secara lebih efisien," terangnya.

Royke menambahkan, pembentukan bank digital tersebut juga bertujuan untuk membantu pemerintah dalam mendorong tingkat inklusi keuangan di Indonesia. Mengingat, tujuan bank digital rintisan BNI akan memfasilitasi pinjaman kepada pelaku UMKM yang belum mempunyai akses terhadap perbankan.

"Nah ini kalau di bank konvensional kan agak sulit. (Bank digital) akan bisa menjangkau inklusi keuangan akan terasa lebih cepat untuk penetrasinya, bisa membawa masyarakat lebih banyak. Mudah-mudahan bisa jalan lebih cepat," tandasnya.

2 dari 2 halaman

OJK Belum Ada Bank di Indonesia Secara Fully Digital

Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Heru Kristiyana mengatakan, saat ini tidak ada satu pun bank yang sudah bertransformasi menjadi fully digital di Indonesia.

"Saat ini, kalau boleh saya sampaikan, bahwa tidak ada satu pun bank yang benar-benar sudah fully digital," ucapnya dalam Squawk Box CNBC Indonesia bertajuk Membedah Fenomena Bank Digital & Akselerasi Permodalan Bank, Jumat (27/8).

Heru menjelaskan, bagi seluruh bank yang berkeinginan atau telah melakukan transformasi adaptasi teknologi secara hybrid ataupun fully digital harus memenuhi ketentuan OJK. Sebagaimana diatur dalam POJK Nomor 12/POJK.03/2021 tentang Bank Umum yang dirilis pada Kamis pekan lalu (19/8).

"Tentunya ini nanti akan dievaluasi oleh pengawas apakah mereka sudah bisa melayani secara digital," terangnya.

Selain itu, pemenuhan ketentuan tersebut juga untuk memastikan kemampuan bank terkait pengelolaan manajemen risiko. Lalu, upaya bank dalam memastikan perlindungan data nasabah.

"Nah ini tentunya akan dilihat oleh pengawas, kalau ada bank yang mengatakan oh saya sudah melayani digital loh, saya sudah menjadi bank digital loh oleh pengawas," tukasnya.

[idr]
Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. BNI
  3. Perbankan
  4. OJK
  5. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini