Nestapa Saripah, keguguran saat perjuangkan nama anak hilang di kolom pendaftaran

Sabtu, 14 Juli 2018 01:33 Reporter : Kirom
Nestapa Saripah, keguguran saat perjuangkan nama anak hilang di kolom pendaftaran Saripah warga Pamulang keguguran di posko PPDB. ©2018 Merdeka.com/Kirom

Merdeka.com - Saripah warga Pamulang Tangerang Selatan, terpaksa harus dilarikan ke Rumah Sakit terdekat, akibat pendarahan yang dia alami saat mendatangi kantor Pusat Pemerintahan kota Tangerang Selatan, mencari Kepala Dinas pendidikan dan kebudayaan kota Tangsel.

Kehadiran Saripah dan sang suami, Minan, ke Kantor Pemkot Tangsel, untuk meminta jawaban Dinas Pendidikan atas hilangnya data sang anak.

"Sebelumnya, tanggal (10/7) masih ada data anak saya di kolom Pendaftar, tapi pas pengumuman justru hilang. Kalau terseleksi masa yang NEM dibawah anak saya lulus, anak saya tidak," bilang Minan, Jumat (13/7) di Puspemkot Tangsel.

Peristiwa hingga sang istri mengalami keguguran terang Minan, karena dia bersama sang istri telah mendatangi posko permasalahan PPDB di SMPN 11 sejak pagi pukul 06.00 Wib. Saat itu, dirinya tak mendapat jawaban pasti atas aduan yang dilaporkan.

"Enggak ada kejelasan kami hanya disuruh menulis permasalahan, lalu enggak ada solusi karena Jumat dan Sabtu ini adalah waktu daftar ulang, Senin (16/7) sudah efektif masuk sekolah," terang Minan.

Dia bersama sang istri kemudian hendak mendatangi langsung kantor Dinas Pendidikan Tangsel, di Pusat Pemerintah Kota Tangsel, yang berada di jalan Raya Maruga, Ciputat.

"Sampai jam 09.00 di Kantor Dindik kami juga enggak dapet solusi apa-apa, kami mondar-mandir, kesana-kemari mencari orang Dinas yang bisa memberikan jawaban jelas atas permasalah kami, tapi tak ada,"’kata Minan.

Sampai selepas salat Jumat, Minan dikabarkan orang tua lain, yang saat itu bersama mereka menggeruduk kantor Dindikbud bahwa istrinya mengalami pendarahan.

"Demi anak ini, kita bolak balik, ke sana ke sini. Sepertinya karena istri kelelahan dan fikiran juga," terang dia.

Minan menceritakan, keluhnya memperjuangkan nasib sang anak, Putri Mutiara Ramadani, yang baru lulus SD di Pamulang ini.

Prestasi akademiknya pun terbilang gemilang, Putri mampu meraih NEM 26,3 atau masih lebih tinggi dibanding anak-anak lain yang diterima berdasarkan hasil pengumuman PPDB online pada laman ppdb.dindikbudtangsel.com tersebut.

"Jadi sama dengan orang tua siswa lain yang mengadukan hilangnya data anak anak kami. Anak saya ini daftar dari luar zona dengan NEM 26,3 tidak ada namanya, sementara dengan pilihan sekolah yang sama, anak lain dengan NEM lebih rendah masuk. Saya lihat di kolom pendaftar juga enggak ada nama anak saya, jadi bagaimana anak saya bersaing, data di kolom pendaftar saja tidak ada," bilang Minan.

Saripah, lanjut Minan saat ini sedang mengandung anak ketiganya, sejak hari pendaftaran online di Tanggal 4 Juli 2018, dia mengaku telah mengalami kendala untuk melakukan pendaftaran.

Ditemani suaminya, Saripah diangkut ambulans ke rumah sakit tanpa mendapat penjelasan yang terang, dari pejabat terkait tentang nasib nama anaknya yang hilang. [rhm]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini