Kerennya sistem pendidikan agama di Kerajaan Samudera Pasai

Kamis, 7 April 2016 13:00 Reporter : Dewi Ratna
Kerennya sistem pendidikan agama di Kerajaan Samudera Pasai masjid ©Reuters

Merdeka.com - Samudera Pasai adalah kerajaan Islam pertama yang ada di Indonesia. Islam masuk ke Indonesia sekitar awal abad ke 14. Sejak masa pemerintahan kerajaan Islam dimulai, perkembangan Islam di Indonesia berjalan sangat lancar. Di sela-sela perkembangan itu, sultan memberikan pengetahuan kepada masyarakat terhadap ajaran-ajaran Islam.

Mengapa sultan? Karena pada masa itu, Sultan lah pemegang kekuasaan tertinggi dalam hal pendidikan agama Islam. Pendidikan Islam disebarkan ke seluruh wilayah kerajaan Islam di Indonesia. Lalu, bagaimana proses pendidikan Islam pada masa Islam dulu?

Seperti kuttâb atau lembaga pendidikan dasar di Arab yang ada sejak masa Rasulullah, proses pengajaran agama ini biasa mengambil tempat di rumah-rumah ulama, sedangkan pendidikan sekolah dasar dilakukan di rumah para guru.

Pelajaran yang diberikan di kuttab berada di sekitar pelajaran membaca al-Qur’an, menghafal ayat-ayat pendek, dan belajar bacaan salat lima waktu. Dan ini diperkirakan sama lamanya dengan kehadiran Islam di wilayah Palembang ini. Di Nusantara, masjid-masjid yang berada di permukiman penduduk yang dikelola secara sukarela oleh masyarakat setempat.

Di sinilah terjadi demokratisasi pendidikan yang tercatat di dalam sejarah Islam. Sejak saat itu, banyak wilayah yang menggunakan cara demokratisasi pendidikan ini, seperti wilayah-wilayah seperti Malaka, Johor, Aceh Darussalam, Minangkabau, Palembang, Demak, Cirebon, Banten, Pajang, Mataram, Gowa-Tallo, Bone, Ternate, Tidore, Banjar, Papua dan banyak lagi yang lainnya. Tidak jarang di antaranya berkembang menjadi sebuah lembaga pendidikan yang cukup kompleks, seperti yang terjadi di wilayah Meunasah di Aceh.

Proses Islamisasi itu tentunya nggak semudah yang kita bayangkan. Banyak perjuangan yang harus kita alami untuk bisa mendapatkannya. Sekarang kamu tertarik untuk mempelajarinya lebih lanjut kan? [iwe]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini