Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Indonesia pernah dijajah Portugis, mitos atau fakta?

Indonesia pernah dijajah Portugis, mitos atau fakta? Peta Indonesia. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Masa penjajahan Eropa di Indonesia yang kemungkinan besar selama ini didengar adalah sebuah masa yang dilukiskan ketika Indonesia mengalami kekejaman panjang karena Indonesia dijajah oleh bangsa-bangsa Eropa, diambil kekayaan alamnya, diperbudak, didiskriminasi habis-habisan, dirampas haknya, dan sebagainya. Tapi benarkah bangsa-bangsa Eropa itu datang untuk menjajah Tanah Air kita yang kaya dengan sumber daya alam?

Mungkin kebanyakan dari kalian selama ini meyakini bahwa Portugis adalah bangsa Eropa pertama yang datang dan menjajah Indonesia. Nah, dalam konteks ini, istilah 'dijajah', dan juga 'Indonesia' adalah sebagai sebuah identitas politik. Sebelum Indonesia menyatakan kemerdekaannya pada 17 Agustus tahun 1945, yang namanya 'Indonesia' itu belum ada.

Pada saat bangsa Portugis sedang mengunjungi wilayah Kepulauan Nusantara, dari tahun 1512 sampai 1575, yang ada saat itu adalah Kesultanan Aceh, Kesultanan Demak, Kerajaan Sunda (Pajajaran), Kesultanan Banten, Kesultanan Gowa, dan lain-lain. Yang lebih tepat adalah Bangsa Portugis mendatangi wilayah yang kelak bernama Indonesia ini, untuk ikut 'bermain' dalam kancah perputaran ekonomi dan perdagangan.

Awal mulanya, jauh sebelum Bangsa Eropa melakukan penjelajahan ke wilayah Asia, Bangsa Portugis sudah bisa menikmati kekayaan alam dari wilayah Asia, terutama rempah-rempah dari para pedagang Arab di wilayah Eropa Selatan. Dalam kebudayaan Eropa, rempah-rempah dari Timur yang selama ini dihadirkan oleh para pedagang Arab itu sudah sangat melekat jadi kebutuhan bangsa Eropa sebagai perpaduan jenis obat, pengawet makanan, bumbu masakan, dan juga simbol status sosial. Makanan pesta yang kaya rasa akan rempah-rempah dari Timur yang hargaya mahal jadi salah satu indikator gengsi dan status sosial kaum ningrat Eropa.

Walaupun Bangsa Eropa sudah menikmati kekayaan alam dari wilayah Asia, mereka belum pernah tahu secara persis sumber asalnya dari mana, mereka juga nggak pernah ambil pusing untuk pergi jauh-jauh datang ke kawasan tersebut karena jalur distribusi perdagangan jalan darat ke Eropa sudah berjalan baik dengan 'perpanjangan tangan' dari India sampai ke Arab. Jadi pengetahuan Bangsa Eropa tentang asal-usul rempah-rempah itu bisa dibilang cuma samar-samar. Mereka hanya tahu rempah-rempah itu berasal dari kawasan kepulauan yang sangat jauh di wilayah Timur, tempat yang begitu asing bagi mereka, begitu misterius dan rahasia.

Nah, situasi ekonomi dan jalur perdagangan rempah-rempah ke Eropa yang aman dan nyaman selama ini berubah total gara-gara jalur dagang darat ditutup oleh Kekhalifahan Utsmani, yang pada 29 Mei 1453 berhasil merebut kota Konstantinopel (Istanbul-Turki) yang memang jadi pintu masuk para pedagang dari timur untuk menjual bermacam-macam rempah. Karena kebutuhan rempah-rempah di Eropa tetap tinggi dan persediaannya makin menipis, akhirnya Portugis dan Spanyol memutuskan untuk mencari jalan lain ke sumber rempah, yaitu melalui ekspedisi jalur laut.

Ekspedisi demi ekspedisi dilakukan para penjelajah yang dibiayai dari kas Kerajaan Spanyol (Cristoforo Colombo dan Fernão de Magalhães), dan Portugis (Dom Vasco da Gama, dan Bartolomeu Dias). Intinya, Affonso de Albuquerque berhasil menguasai Malaka pada Februari 1511 dan mulai mengetahui tempat rahasia penghasil rempah paling mahal, yaitu Pulau Ambon (cengkeh), dan Pulau Banda (pala).

Sejak saat itulah, Portugis menjadi salah satu pemain baru dalam perekonomian dan perdagangan kawasan Timur Nusantara sampai akhirnya tahun 1575 Portugis memutuskan untuk meninggalkan monopoli di Nusantara ke daerah Tiongkok dan Jepang karena wilayah Nusantara ini dinilai nggak strategis, terlalu besar dan terlalu banyak persaingan dari pedangang lokal maupun pedagang internasional.

Hanya itu pengaruh Portugis yang sempat mampir sebentar ke wilayah kepulauan Asia Tenggara. Secara geografis, Portugis hanya pernah menguasai jalur perdagangan Malaka dan Pulau Timor bagian timur yang secara politis terletak di luar wilayah Negara Indonesia. Hal paling signifikan yang dilakukan oleh Portugis hanyalah ikut bermain dalam tatanan perdagangan Nusantara yang sebelumnya bebas dimonopoli oleh pihak Eropa, serta penyebaran agama Katolik di bagian timur wilayah Nusantara. (mdk/iwe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP