Hobi main game bisa jadikan sebagai bisnis dan profesi

Rabu, 8 November 2017 10:31 Reporter : Endang Saputra
The Future Talks. ©2017 Merdeka.com/Francisco

Merdeka.com - Banyak orang yang menyukai game, dari anak kecil hingga dewasa. Bila sudah kecanduan, sulit untuk lepas. Alhasil, mengganggu produktivitas dan mengekang diri untuk menjalankan aktivitas positif.

Namun, opini negatif tersebut tak berlaku bagi Isah Kambali. Penggemar game ini justru menjadikan hobinya itu menjadikan masa depannya cerah. Iya, dirinya kini bekerja di industri yang lekat dengan hobinya tersebut, digital marketer.

Pengalamannya tersebut lantas dibagi ke siswa SMA Nusantara 1, Kota Tangerang, Banten, pada "The Future Talks", Selasa (7/11).

Dia menerangkan, pengalamannya tersebut membuktikan, bila hobi, apapun itu, bisa menjadi suatu hal yang positif dan prospektif.

"Saya di support teman-teman di komunitas dan saya belajar full otodidak dan lihat di Youtube tutorialnya, website, dan belajar social media dan masuk ke dalam bisnis online makin dalam," ujarnya dalam kegiatan yang diinisiasi Universitas Gunadarma (UG) dan berkolaborasi dengan KapanLagi Network (KLN).

Berawal dari hobi nge-game, Islah kini berprofesi sebagai digital marketer dan bermitra dengan berbagai perusahaan, dari skala UMKM hingga besar. Meski demikian, banyak pengalaman baru yang didapatkannya, termasuk ilmu dan jejaring.

"Ini dunia yang paling keren, karena dunia teknologi," katanya tentang suka berkecimpung di dunia digital marketing. Dukanya, pekerjaannya tersebut berbeda jauh dengan latar belakang pendidikannya yang mengambil studi pertanian di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto.

Meski karir yang dijalani berdasarkan hobi, Islah mengingatkan, perlu konsistensi dan fokus dalam menjalaninya. Tak lupa, dukungan dari lingkungan terdekat, keluarga dan teman-teman.

Dia pun mengajak siswa SMA Nusantara 1 untuk menekuni segala hal yang disukainya, sekalipun bermain game.

"Pasti kita bisa ngolah si hobi ini menjadi lebih baik lagi, produktif. Syukur-syukur jadi profesi next time," serunya.

Isah meyakini, para siswa memahami apa yang disampaikannya. Sebab, generasi milenial cenderung lebih mudah menyerap apa yang dipaparkan kepadanya.

"Dan menurut saya, potensi mereka lebih bagus dibandingkan dengan kami terlambat belajar. Jadi, kalau mereka lekas belajar, bisa menguasai teknologi dan menguasai bisnis ini," yakinnya.

Isah pun berharap kegiatan The Future Talks terus digelar, karena menginspirasi generasi muda. Apalagi, pendengar dan pembicara mendapatkan impact yang banyak.

"Hal di sini ini loh wajib dan harus sering diadain jumlah yang lebih gede dan ini keren banget," kata dia.

Wakil Kepala Sekolah SMA Nusantara I, Teguh Wijaya, menyatakan hal sama pada kesempatan terpisah. Katanya, The Future Talks sangat berarti bagi para siswa, lantaran bisa diarahkan ke hal-hal positif.

Dia pun berharap pasca acara, para siswa memiliki bekal untuk masuk ke dunia kerja. Alasannya, di SMA tidak ada materi-materi, khusus seperti SMK.

"Ini sangat bermanfaat," ucapnya.

Menurut Teguh, SMA Nusantara I pernah mencoba menggelar kegiatan serupa, mengundang pembicara inspiratif untuk berbagi pengalaman kepada para siswa. Maksudnya, supaya siswa termotivasi kala belajar dan untuk mencapai cita-citanya.

"Kita juga pernah memanggil pembicara, tentang seminar penjurusan sekolah dan kuliah mau mengambil jurusan apa. Kita sudah melakukan itu," katanya. [hrs]

Topik berita Terkait:
  1. Universitas Gunadarma
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.