Bisnis startup berbasis teknologi untuk raih masa depan

Rabu, 20 Desember 2017 15:27 Reporter : Endang Saputra
Bobby Badjeber saat menjadi pembicara The Future Talks. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Meski bukan hal mudah, tetapi ternyata bukan perkara sulit juga untuk merintis bisnis startup berbasis teknologi sebagai karir di masa depan. Hal ini seperti yang dirasakan web creative, Bobby Badjeber.

Untuk merintis usaha yang baru muncul (startup) menurutnya, kita perlu setup potensi diri sendiri. Kemudian introspeksi atas kesalahan-kesalahan terdahulu.

"Tentunya dari situ, potensi yang kelihatan adalah yang akan digali dan lebih baik fokus terhadap apa yang telah dipilih," ujar Bobby Badjeber saat menjadi pembicara The Future Talks yang dipersembahkan oleh Universitas Gunadarma bersama KapanLagi Networks (KLN) bertema 'Startup Berbasis Teknologi' di SMKN 50 Jakarta Timur, Selasa (19/12) kemarin.

Bobby menambahkan, startup berbasis teknologi merupakan korporasi yang di dalamnya berisi media experience. Misalnya website, aplikasi atau sosial media.

Di hadapan siswa kelas XII SMKN 50, Bobby menceritakan pengalamannya merintis startup suka.studio. Kata Bobby, dirinya sempat merenung sebelum mantap mendirikan startup, mengingat belum berpengalaman sebelumnya.

Bobby Badjeber saat menjadi pembicara The Future Talks 2017 Merdeka.com

"Ternyata, jawabannya adalah tidak bisa," ungkapnya. Namun Bobby tak patah arang. Dirinya terus membangun mimpinya tersebut.

"Rasakan prosesnya, nikmati prosesnya, nikmati kegagalannya, tingkatkan semua keahlian-keahlian teknis yang diperlukan," kata dia menasihati.

Karenanya Bobby mengajak para siswa tak mudah menyerah dalam mewujudkan cita-citanya. Jangan pula berpuas diri dengan hasil yang telah dicapai. Ini karena dua hal tadi akan membuat kita sulit berkembang.

"Kebetulan digital ini hal yang selalu berubah. Jadi, di situ hal yang baru banyak banget. Yang harus ditingkatkan, inovasinya juga," jelas jebolan Universitas Bina Nusantara itu.

Meski demikian, dia yakin, siswa SMKN 50 dapat berkembang. Hal ini karena mereka bisa melakukan sesuatu meski terlihat kecil, seperti membuat video dan mengurus administrasi kantor.

Di sisi lain, Bobby mengapresiasi The Future Talks. Alasannya, menjadi sarana bagi generasi muda menggali potensinya.

"Dari situ, dia bisa mencoba berkarir menentukan pilihan, kira-kira lima tahun ke depan saya mau fokus di bidang apa dan menjadi apa," ucap dia.

Pengakuan senada diutarakan Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMKN 50, Kusumahati Endah. Bahkan, katanya, acara itu merupakan kegiatan pertama di sekolahnya.

Bobby Badjeber saat menjadi pembicara The Future Talks 2017 Merdeka.com

"Kami berharap, untuk yang ke depan lebih baik lagi, dalam arti persentase siswa yang hadir lebih banyak lagi, karena memang ini kegiatan pas. Kebetulan pada saat menjelang penerimaan rapor, jadi kelihatan tidak begitu efektif," inginnya.

Endah pun berharap kegiatan ke depannya tak sekadar memberikan motivasi semata. Tetapi, lebih konkret, seperti perekrutan atau dunia kerja buat siswa-siswa. [hhw]

Topik berita Terkait:
  1. Universitas Gunadarma
  2. Jakarta
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.