2.736 Sekolah di Sulteng rusak parah usai gempa, paling banyak di Sigi

Rabu, 3 Oktober 2018 13:36 Reporter : Darmadi Sasongko
2.736 Sekolah di Sulteng rusak parah usai gempa, paling banyak di Sigi Mendikbud Muhadjir Effendy. ©2018 Merdeka.com/Darmadi Sasongko

Merdeka.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy mengatakan sekitar 2.736 sekolah di Sulawesi Tengah rusak berat usai diguncang gempa 7,4 SR disusul tsunami, Jumat (28/9) lalu. Jumlah sekolah yang mengalami kerusakan itu tersebar di beberapa daerah seperti Palu, Donggala dan Sigi.

"Sekolah terdata 2.736 mengalami kerusak. Dari yang hancur total maupun kerusakan ringan. (Sekolah rusak ada )Di Palu dan Donggala. Paling banyak di Sigi," ujar Muhadjir di Yogyakarta, Rabu (3/10).

Ia menambahkan akan mengecek langsung kondisi sejumlah sekolah yang rusak akibat bencana di Palu dan sekitarnya, Sabtu (6/10).

Muhadjir menjabarkan sesuai dengan protap yang selama ini ada dan telah dilakukan sejak gempa bumi di Pidie, Aceh hingga di NTB, pembangunan sekolah yang rusak parah merupakan domain dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Koordinasi pun akan dijalin.

"Untuk pembangunan sekolah karena itu bagian dari pembangunan infrastruktur akan ditangani Kementerian PUPR. Sedangkan untuk yang rusak ringan dan rehabilitasi ringan dihandle Kemendikbud," papar Muhadjir.

Diperkirakan sekolah yang mengalami rusak parah hingga roboh membutuhkan setidaknya 1 hingga 2 tahun dalam perbaikannya. Namun, untuk langkah sementara, kelas darurat akan dibangun untuk memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan pascagempa.

"Tahap pertama kita bikin kelas darurat menggunakan tenda. Kemudian melalui Kementerian PUPR akan membuat sekolah sementara yang diperkirakan butuh waktu 3 hingga 4 bulan. Kemudian baru. [rhm]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini