PDIP: Kepala daerah dipilih DPRD bentuk kemunduran demokrasi

Reporter : Muhammad Sholeh | Senin, 8 September 2014 11:57




PDIP: Kepala daerah dipilih DPRD bentuk kemunduran demokrasi
Pemungutan suara Pilpres di Jatinegara. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - PDI Perjuangan, satu dari beberapa empat partai yang menolak keras mekanisme pemilihan kepala daerah yang dipilih DPRD. Sistem pemilihan demikian dianggap mengebiri hak rakyat menentukan pemimpinnya.

Politikus senior PDIP, Pramono Anung, menilai pemilihan kepala daerah oleh DPRD merupakan bentuk kemunduran demokrasi.

"Ini menunjukkan bahwa kita kembali ke zaman jadul," kata Pramono kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Senin (8/9).

Menurut dia, dengan mekanisme pilkada yang dipilih langsung, maka rakyat berdaulat untuk memilih siapa calon pemimpin yang disenanginya. Pramono menegaskan, kedaulatan di tangan rakyat akan melahirkan pemimpin dari partai yang merakyat dan terbukti mempunyai kinerja yang baik.

"Sebagai contoh Jokowi, Risma, Ridwan Kamil, dan Ahok. Hampir semua partai mempunyai tokoh yang kemudian dilahirkan dari rakyatnya," jelas pria yang juga wakil Ketua DPR itu.

Kalau ini dikembalikan dengan sistem dipilih oleh DPRD, Pramono menganggap sistem tersebut menunjukkan kemunduran.

"Saya melihat keinginan ini sebenarnya bisa merusak sistem demokrasi kita dalam jangka panjang," tandasnya.

[lia]



Komentar Anda


MOST POPULAR

Back to the top
LATEST UPDATE

{POPUP_EXIT}