Golkar tak laku karena Ical, peluang koalisi cuma Demokrat

Reporter : Randy Ferdi Firdaus | Jumat, 16 Mei 2014 01:09




Golkar tak laku karena Ical, peluang koalisi cuma Demokrat
Akbar Tandjung dan Aburizal Bakrie. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Partai Golkar akan memutuskan nasib koalisi di pilpres dalam rapimnas yang bakal digelar 18 Mei 2014. Rapimnas juga akan mengevaluasi pencapresan Aburizal Bakrie ( Ical ), dengan enam nama potensial pengganti Ical di pilpres.

Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung mengatakan, rapimnas yang digelar tidak bisa dilakukan buru-buru. Meskipun keputusannya sudah dinanti oleh kubu Jokowi dengan PDIP serta Prabowo dengan Gerindra untuk menambah kekuatan kedua kubu itu.

"Rapimnas itu urusan kami, itu internal kami nanti apa yang diputuskan. Termasuk tentang pembahasan calon presiden atau cawapres nantinya," kata Akbar dalam keterangan pers yang diterima merdeka.com, Kamis (15/5).

Akbar mengakui Golkar tidak bisa lagi mempertahankan pencapresan Ical , apalagi sejauh ini tidak ada partai lain yang mendekat ke Golkar, padahal partai berlambang pohon beringin ini menjadi partai nomor dua di Pemilu 2014.

"Kalau capresnya kan Ical , tapi tidak ada partai satupun yang mendekat ke Golkar, ini terlihat sudah ketutup. Saat ini ada peluang dengan Demokrat, tapi saya tidak tahu perkembangannya," jelas dia.

Dia menjelaskan, salah satu agenda Rapimnas selain untuk membahas koalisi, juga evaluasi posisi Ical sebagai capres. Dia yakin di Rapimnas juga akan muncul beberapa nama yang bakal diusung sebagai cawapres gantikan Ical .

"Kalau terkait dengan capresnya kan ini Golkar masih mencalonkan Ical . Tapi Rapimnas juga akan membahas soal dorongan untuk mengusung cawapres yang santer diberitakan kemarin," pungkasnya.

Diketahui, ada enam nama dari internal Golkar yang mencuat dan kuat untuk menggantikan Ical sebagai cawapres di pilpres. Antara lain Akbar Tandjung , Jusuf Kalla ( JK ), Luhut Panjaitan , Ginandjar Kartasasmita , Priyo Budi Santoso , dan Agung Laksono .

Sementara itu, pengamat politik dari Universitas Pelita Harapan Emrus Sihombing menyarankan agar Golkar merapat ke Jokowi sebagai calon yang dinilai paling berpeluang menang.

"Saya menyarankan Golkar agar ke PDIP saja karena hanya Jokowi yang berpeluang besar menang. Pengalaman Golkar kan selalu ke pusat kekuasaan," ujar dia.

Emrus menilai parpol lain yang ingin mengajak berkoalisi Golkar harus sabar menunggu hasil Rapimnas sebagai keputusan tertinggi setelah kongres.

"Setuju bahwa keputusan bukan ada di ARB ( Ical ), seharusnya Rapimnas di percepat karena laporan ke KPU terakhir tanggal 20 Mei. Mempercepat rapimnas dan kedua tokoh bisa menunggu hasil itu. Mau ke Jokowi atau Prabowo itu hak mereka. Tapi selayaknya menunggu hasil Rapimnas Golkar itu lebih baik," menurut dia.

Baca juga:
Surya Paloh: Feeling saya Jokowi-JK sudah dibahas Mega dan Ical
Ical serahkan nasib pencapresan dirinya di Rapimnas
Tjahjo: Ical pakai baju putih, apakah sudah luntur kuningnya?
Ketemu Mega, Ical naik mobil dan tak disambut pakai kuda
Puan: Saya saksi mata keenam, PDIP-Golkar ada kesamaan visi-misi

[cob]



Komentar Anda


MOST POPULAR

Back to the top
LATEST UPDATE

{POPUP_EXIT}