Bakal didepak oleh PDIP, Risma mengaku masih disayang Megawati

Reporter : Moch. Andriansyah | Senin, 8 September 2014 16:47




Bakal didepak oleh PDIP, Risma mengaku masih disayang Megawati
Tri Rismaharini. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Bakal didepak dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Surabaya 2015 mendatang, Wali Kota Tri Rismaharini mengaku masih disayang Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri. Partai kepala banteng moncong putih ini, merupakan partai pengusung Risma-Bambang Dwi Hartono pada Pilwalkot 2010 silam.

Melalui Wakil DPD PDIP Jawa Timur, Bambang Dwi Hartono, yang pada 2013 lalu, melepaskan jabatannya sebagai wakil wali kota dan digantikan Whisnu Sakti Buana, sempat mengatakan kalau partainya tidak akan mengusung kembali Risma di Pilwalkot Surabaya 2015. Alasannya, Risma gagal menjalin komunikasi dengan partainya selama menjabat sebagai wali kota.

Menanggapi masalah ini, Risma tidak berkomentar banyak. Menurutnya, jika dia menganggap serius kabar bahwa dia akan disingkirkan oleh partai pengusungnya di Pilwalkot 2010 silam, akan menimbulkan polemik di tingkat bawah.

Namun, wali kota perempuan pertama di Kota Pahlawan ini, tetap mengaku kalau dirinya masih disayang oleh Megawati Soekarno putri. "Ibu Mega (Megawati Soekarnoputri) masih sayang kok," kata Risma singkat di Balai Kota Surabaya, Senin (8/9).

Meski mengaku masih disayang Megawati, Risma juga mengaku tidak ingin berandai-andai akan kembali diusung partai yang membesarkan namanya di Pilwalkot Surabaya 2010 itu. Sebab, menurutnya, jabatan adalah pemberian Tuhan, dia tidak berhak meminta kepada partai manapun atau siapa-pun.

"Dalam berdoa saja saya tidak pernah meminta jabatan. Jabatan itu tidak boleh diminta, karena jabatan itu urusan Tuhan. Menjadi kepala daerah adalah pengabdian yang berat, tapi harus dijalani," kata dia diplomatis, mengakhiri ucapannya.

Sebelumnya, sempat beredar kabar, kalau PDIP tidak akan kembali mencalonkan Risma di Pilwalkot Surabaya 2015 mendatang. Sebab, Risma gagal menjalin komunikasi dengan partai.

Pernyataan ini, sempat dilontarkan Bambang DH, yang juga sempat menjadi wakil wali kota mendampingi Risma, yang kemudian mundur karena maju di Pilgub Jawa Timur 2013.

Namun, Ketua DPC PDIP Surabaya, Whisnu Sakti Buana yang juga menjabat sebagai wakil wali kota menggantikan Bambang, membantah kalau partainya akan menyingkirkan Risma di Pilwakot nanti.

Whisnu mengatakan, kalau pernyataan Bambang itu hanya ungkapan pribadi, bukan atas nama partai. "Pernyataan (Bambang) itu tidak ada masalah. Dia punya kewenangan ngomong seperti itu. Tapi kalau partai sudah memberi keputusan, semua kader harus siap melaksanakannya (meminang kembali Risma)," tegas Whisnu.

Sementara atas pernyataan Bambang itu, seolah memberi angin surga bagi sejumlah partai, seperti Partai Gerindra, Partai Amanah Nasional (PAN) dan PKS mulai berlomba-lomba menggaet Risma.

Kata Ketua DPC Partai Gerindra Surabaya, BF Sutadi menilai, selama menjadi kepala daerah, kinerja Risma sudah teruji dan berhasil menjadikan Surabaya menjadi kota lebih baik. "Risma itu aset. Dia sangat kompeten memimpin Surabaya. Jika PDIP tidak mau, kami siap menampungnya," katanya.

Lain lagi dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), yang menilai Risma adalah figur yang biasa-biasa saja, meski banyak kalangan menilai, jika Risma kembali maju, tidak akan mendapat lawan yang sepadan, karena figur Risma sudah melekat di hati rakyat Kota Pahlawan.

"Lihat dulu, dia lewat jalur partai mana? Risma memiliki kelebihan dan kekurangan. Jadi kami tidak terlalu mengidolakan figur Risma," nilai Ketua DPC PKB Surabaya, Syamsul Arifin beberapa waktu lalu.

[hhw]



Komentar Anda


MOST POPULAR

Back to the top
LATEST UPDATE

{POPUP_EXIT}