Adik Megawati: Jargon kerakyatan Jokowi bohong, cuma pencitraan

Reporter : Angga Yudha Pratomo | Rabu, 3 September 2014 19:34




Adik Megawati: Jargon kerakyatan Jokowi bohong, cuma pencitraan
Rachmawati Soekarnoputri. kapanlagi.com

Merdeka.com - Mantan Ketua Dewan Pertimbangan Partai NasDem, Rachmawati Soekarnoputri mengaku tidak aneh atas niat presiden terpilih Jokowi yang segera menaikkan BBM di pemerintahannya nanti. Menurutnya, hal itu tidak sesuai pemikiran presiden pertama sekaligus ayahnya, Soekarno.

"Saya nggak heran. UUD liberal itu akan melahirkan free market oriented. Jadi kerugian negara itu harus ditutup dengan, artinya rakyat yang membayar. Jadi sosialisme Indonesia yang diinginkan Soekarno jauh dari pemerintahan akan datang (pemerintahan Jokowi-JK)," kata Rachmawati Aula Universitas Bung Karno, Jakarta, Rabu (3/9).

Adik mantan presiden Megawati Soekarnoputri itu pun membandingkan ketika kakaknya memimpin Indonesia. Mega pun telah menaikkan BBM.

Maka itu, Rachma menuding bahwa jargon Jokowi yang merakyat hanya untuk pencitraan. "Nggak ada jaminan jargon-jargon kerakyatan itu akan digunakan dari kehendak rakyat. Bohong! Itu hanya sebagai pencitraan saja," ujarnya.

"Kita sudah terjebak selama 15 tahun kepada free liberalism. Untuk kepentingan rakyat itu nggak ada. Omong kosong!" tambahnya.

Terkait pidato Jokowi yang ingin membangkitkan pemikiran Trisakti milik Soekarno, Rachmawati mengatakan itu omong kosong. Dirinya juga menyebut ide Revolusi Mental milik Jokowi tidak jelas.

"Kemarin saya dengar pidato Jokowi. Mengatakan Trisakti. Omong kosong. Tidak akan mungkin Trisakti Bung Karno berjalan atas landasan UU yang liberal. Tabrakan! Tak akan bsa dilaksanakan. Tidak jelas. Revolusi mental itu tidak jelas."

Ketika disindir apakah kenaikan BBM ini juga ada dorongan Megawati, Rachmawati tidak menjawabnya pasti. Namun, dia malah heran terhadap pakar yang dimiliki kubu Jokowi-JK yang lebih memilih agar BBM dinaikkan.

"Itu pakar-pakarnya mereka bagaimana? Mereka tidak bisa berbuat lain kecuali harus mengikuti pasar? Dari awal saya sudah memberi peringatan keras. Begitu konstitusi diubah kita, semua tatanan politik ekonomi akan mengikuti free fight liberalism. Proksi kapitalis ini bermain," terangnya.

Baca juga:
5 Kecaman ide politisi PDIP jual pesawat kepresidenan
Rachmawati tantang Jokowi bongkar 'dosa' Megawati
Sindiran dan serangan adik Megawati ke Jokowi usai Pilpres
Adik Mega tuding Jokowi mau jadikan Indonesia negara federal
Adik Megawati minta pelantikan Jokowi ditunda

[dan]



Komentar Anda


MOST POPULAR

Back to the top
LATEST UPDATE

{POPUP_EXIT}