5 Kecaman ide politisi PDIP jual pesawat kepresidenan

Reporter : Harwanto Bimo Pratomo | Kamis, 4 September 2014 07:00




5 Kecaman ide politisi PDIP jual pesawat kepresidenan
pesawat kepresidenan ri. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Politikus PDIP Maruarar Sirait akan meminta presiden terpilih Joko Widodo menjual pesawat kepresidenan. Usulan ini sebagai bentuk efisiensi yang bisa dilakukan dalam kerangka penghematan anggaran. Padahal asal muasal dibelinya pesawat kepresidenan justru untuk menghemat anggaran perjalanan dinas presiden yang terlalu besar gara-gara selalu menyewa pesawat.

Maruarar mengatakan, efisiensi adalah hal pertama yang harus dilakukan pemimpin. Jika pemimpin masih berfoya-foya dengan kemewahan maka rakyat juga tidak akan mau melakukan penghematan.

"Efisiensi rakyat juga harus lihat seperti pengurangan anggaran perjalanan dinas. Ke depan saya usulkan pesawat presiden dijual saja, ini untuk efisien. Protokoler dikurangi dan ini memberi contoh. Pemimpin tidak sederhana bagaimana orang bisa sederhana," ucap Ara dalam diskusi di Hotel Pullman, Jakarta.

Presiden terpilih Joko Widodo kaget saat dikonfirmasi terkait usulan salah satu politisi PDIP Maruarar Sirait soal penjualan pesawat kepresidenan. "Kata siapa (mau dijual)? Dijual ke siapa?" ucap sosok yang akrab disapa Jokowi tersebut.

Jokowi heran dengan usul itu mengingat umur dari pesawat kepresidenan baru beberapa bulan terhitung sejak didatangkan pada April lalu. "Dicoba saja belum, masa mau dijual," tambahnya.

Penentangan terhadap ide ini tak hanya muncul dari Jokowi. Siapa saja mereka dan apa argumentasinya? Berikut merdeka.com akan merangkumnya untuk pembaca.

[bim]



Komentar Anda


MOST POPULAR

Back to the top
LATEST UPDATE

{POPUP_EXIT}