Dampak Relaksasi Pajak

Wajah Berseri Industri Otomotif RI di Tengah Problem Pasokan dan Inden

Selasa, 20 April 2021 13:24 Reporter : Syakur Usman
Wajah Berseri Industri Otomotif RI di Tengah Problem Pasokan dan Inden Perakitan Mitsubishi Xpander. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Wajah industri otomotif Indonesia sedang berseri sejak sebulan terakhir, setelah bermuram durja setahun terakhir akibat terdampak pandemi Covid-19. Penjualan otomotif nasional meroket per Maret lalu, akibat relaksasi pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) 100 persen untuk mobil 1.500 cc.

Lima besar merek otomotif di Tanah Air rata-rata meraih kenaikan penjualan hingga 100 persen lebih di Maret dibandingkan Februari.

Toyota, pemain nomor satu di Republik ini, total penjualannya naik sekitar 73 persen. Sementara penjualan Daihatsu naik hingga 140 persen, Honda tumbuh 67 persen, Mitsubishi 51 persen, dan Suzuki 88 persen (wholesales).

"Relaksasi pajak 100 persen betul-betul mendorong konsumen memesan model kendaraan yang mendapat relaksasi itu sehingga penjualan meningkat. Harapannya, tren kenaikan penjualan ini terus berlangsung lama," ujar beberapa manajemen agen pemegang merek mengomentari kenaikan penjualannya di Maret.

Anton Jimmi Suwandhy, Direktur Pemasaran PT Toyota-Astra Motor (TAM), mengakui jumlah pemesanan mobil Toyota tinggi di Maret lalu. Beberapa model bahkan tumbuh 100-200 persen, seperti sedan Vios yang dipesan ratusan unit, padahal sebelum ada relaksasi pajak pemesanannya hanya 20 unit per bulan.

Penjualan model lain juga naik tinggi: Avanza, Rush, Yaris, dan Sienta. Sementara Kijang Innova dan Fortuner juga tumbuh. Menurut data per 12 April lalu, pemesanannya naik hingga 89 persen untuk kedua model itu.

"Permintaan memang meningkat tajam di Maret," ungkap Anton saat jumpa pers daring Toyota di IIMS Hybrid 2021, Kamis (15/4).

Model Mitsubishi yang mendapat relaksasi pajak, Xpander dan Xpander Cross, juga melonjak di Maret lalu. Volume penjualan keduanya tumbuh 91 persen atau setara 2.206 unit, berkat kebijakan relaksasi pajak itu. Alhasil, kedua model ini mendominasi penjualan Mitsubishi Motors Indonesia dengan kontribusi 52,2 persen.

“Dikarenakan ada permintaan yang sangat tinggi untuk model tersebut, saat ini kami berkoordinasi secara ketat dengan MMKI (pabrikan Mitsubishi) terus memonitor dan memastikan unit kendaraan konsumen dapat diterima dengan baik tanpa waktu tunggu yang lama," ujar Naoya Nakamura, Presiden Direktur PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), dalam keterangan resminya.

Baca Selanjutnya: Problem Pasokan dan Inden Mobil...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini