Universal Robots Pasok Cobot ke Vietnam, Otomotif Indonesia Pengguna Terbesar

Selasa, 22 Oktober 2019 10:52 Reporter : Syakur Usman
Universal Robots Pasok Cobot ke Vietnam, Otomotif Indonesia Pengguna Terbesar Universal Robots pasok cobot ke Vietnam. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Universal Robots (UR), produsen robot kolaboratif atau collaborative robot (cobot) global, membantu Vinacomin Motor Industry Joint Stock Company (VMIC), anak usaha Grup Vinacomin milik pemerintah Vietnam, untuk menuju masa depan produksi dengan cobot.

Darrell Adams, Head of Southeast Asia & Oceania Universal Robots, mengatakan cobot terus memberi manfaat besar bagi bisnis di Asia Tenggara dalam mengubah proses manufaktur dan tetap kompetitif. VMIC, contohnya, sudah mengotomatisasi proses yang dulu sangat manual, hingga kini bisa menikmati produktivitas tinggi dan kualitas hasil yang lebih baik.

“UR berada di lini depan teknologi cobot. Di Indonesia, UR mempercepat transisi ke produksi yang lebih cerdas dan pertumbuhan berkelanjutan untuk berbagai bisnis. JVC Electronics Indonesia (JEIN) telah meningkatkan produktivitas, kualitas hasil, dan keselamatan pekerja dengan penghematan biaya tahunan lebih dari US$ 80 ribu. Hal ini memicu adopsi teknologi cobot yang lebih besar karena perusahaan menyadari potensi besar otomatisasi. Di Indonesia, cobot digunakan di industri otomotif, elektronik, tekstil, farmasi, alas kaki, dan pengolahan makanan,” ujar Adams dalam rilisnya, kemarin.

Pham Xuan Phi, Chief Executive Officer VMIC, mengatakan sejak menggunakan cobot, produktivitas kami meningkat dua hingga tiga kali lipat dan kualitas produk sekarang sangat konsisten. Ini menyebabkan peningkatan pesanan 50-60 persen berlanjut pada peningkatan pendapatan pekerja.

"Return on Investment (RoI) di Vietnam untuk investasi robot seperti itu biasanya antara enam hingga delapan tahun. Namun kami berharap bisa mencapainya dalam satu atau dua tahun. Dengan cobot UR10, pabrik produksi hanya membutuhkan lebih sedikit pekerja. Sehingga kami bisa menugaskan orang untuk pekerjaan di level yang lebih tinggi, meningkatkan kepuasan pekerja dan mengurangi risiko kecelakaan di tempat kerja,” ujar Pham.

Dalam beberapa tahun ke depan, VMIC berencana menambah tiga hingga lima cobot UR untuk mengotomatisasi lebih banyak proses di pabrik mereka.

Industri Otomotif Indonesia

International Federation of Robotics menyatakan, Indonesia menempati peringkat ke-26 dunia untuk penggunaan robot operasional. Tahun lalu, Indonesia mendaftarkan 8.655 robot, naik 9 persen dari 7.913 unit pada 2017. Industri otomotif menjadi pengguna terbesar di Indonesia, dengan mencatat pembelian robot mencapai 29 persen dari seluruh transaksi pada 2018, diikuti industri elektronik sebesar 12 persen.

Umumnya Indonesia lebih lambat dalam mengadopsi otomatisasi dan teknologi baru dibandingkan negara-negara tetangga. Menurut AT Kearney, Indonesia agak tertinggal ketimbang negara-negara seperti Singapura, Thailand, dan Malaysia dalam implementasi industri 4.0. Jika berhasil, tingkat pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia bisa mencapai enam hingga tujuh persen dari 2018 hingga 2030. [sya]

Topik berita Terkait:
  1. Robot
  2. Vietnam
  3. Dunia Otomotif
  4. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini