Toyota Kijang harumkan nama Indonesia di pasar ekspor

Senin, 12 Juni 2017 12:31 Reporter : Syakur Usman
Toyota Kijang harumkan nama Indonesia di pasar ekspor All New Kijang Innova. © Autonetmagz.net

Merdeka.com - Toyota Kijang diproduksi di Pabrik Sunter 1 di Jakarta Utara, milik PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) hingga 2004. Sejalan dengan tingginya antusias konsumen domestik dan dimulainya ekspor Kijang dalam jumlah besar, produksi dialihkan ke pabrik terintegrasi TMMIN, Karawang Plant 1 di Karawang Barat, hingga saat ini. Bulan ini Toyota Kijang terhitung telah eksis 40 tahun di industri otomotif Indonesia.

Kijang merupakan implementasi dari keinginan kuat Toyota Indonesia untuk mendukung program Pemerintah Indonesia memiliki basis produksi otomotif yang kuat. Toyota Indonesia juga terus meningkatkan kandungan lokal Kijang dari generasi ke generasi, yang berarti menambah jumlah pemasok lokal yang terlibat dalam proses produksinya.

Kandungan lokal mobil memiliki julukan 'Memang Tiada Duanya' ini bergerak dari 19 persen di generasi pertama, menjadi 30 persen pada generasi kedua. Keseriusan terus ditingkatkan dengan menambah rasio lokalisasi Kijang menjadi 40 persen pada generasi ketiga, lalu berturut-turut menjadi 53 persen dan 75 persen pada generasi keempat dan kelima, hingga generasi terkini di angka 85 persen.

Sementara jumlah pemasok lokalnya meroket dari 8 perusahaan menjadi 139 perusahaan. Tentunya ini juga berdampak pada semakin besarnya substitusi impor serta tenaga kerja yang terlibat dalam kegiatan produksi Kijang.

Pengembangan Kijang dari generasi ke generasi merupakan cerminan perkembangan cita-rasa, sosial, dan ekonomi konsumen Indonesia. Pada 1977, Kijang generasi 1 yang berbentuk kotak dengan dempulan dan sambungan las di sana sini sudah cukup untuk memenuhi tuntutan saat itu, kendaraan niaga dengan harga terjangkau. Tuntunan ini lalu bergerak menjadi generasi Kijang dengan full press body tanpa dempul, hingga kini menjadi Kijang innova dengan fitur kenyamanan dan keamanan lengkap yang sesuai dengan kebutuhan keluarga. Di sisi lain, kapabilitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan teknologi manufaktur di pabrik-pabrik Toyota Indonesia juga meningkat pesat seiring dengan tuntutan konsumen Kijang baik di pasar domestik maupun global.

"Kijang adalah bagian yang tidak terpisahkan dari sejarah perkembangan industri otomotif dan potret perkembangan sosial ekonomi bangsa Indonesia. Metamorfosa Kijang dari bentuk yang sangat sederhana di tahun 70-an menjadi kendaraan berkualitas global seperti sekarang ini menjadi cerminan bahwa kondisi sosial ekonomi serta kapabilitas industri di negeri tercinta ini meningkat pesat selama 40 tahun terakhir. Selain itu harus kita akui bahwa Kijang adalah pionir dan tulang punggung serta model yang membuka jalan bagi model-model Toyota lainnya untuk bisa diproduksi secara lokal," ujar Warih Andang Tjahjono, Presiden Direktur TMMIN, dalam rilis pada Merdeka.com.

Moncer di pasar domestik, Kijang pun memulai kiprahnya di pasar ekspor. Volume ekspor perdana Kijang semula hanya lebih dari 50 unit model Generasi 3 buatan anak bangsa, yang dikapalkan pertama kali ke Brunei Darussalam, Papua New Guinea, dan beberapa negara di kepulauan Pasifik, seperti Fiji, Vanuatu, dan Solomon. Saat itu, 1987, unit-unit Kijang diangkut menggunakan metode tradisional, seperti jaring tali dan rantai untuk dinaikkan ke kapal laut.

Volume ekspor Kijang rata-rata 50 unit per bulan di era 80an, hingga 2013 meningkat signifikan ketika ekspor Kijang Generasi 5 atau lebih dikenal dengan nama Kijang Innova. Sekarang, 30 tahun sejak ekspor perdana, volume dan negara tujuan ekspor Kijang Innova melonjak hingga ke kisaran 1.400 unit per bulan, dengan tujuan 29 negara di kawasan Asia, Afrika, Amerika Latin, Karibia, Oseania, dan Timur Tengah. Kijang Innova dikapalkan melalui terminal khusus kendaraan utuh di Pelabuhan Tanjung Priok yang dilengkapi dengan fasilitas fisik dan non-fisik modern guna menjamin kendali mutu Kijang Innova dan produk-produk ekspor lainnya.

"Toyota Indonesia menjadi salah satu basis produksi dan ekspor di kawasan Asia-Pasifik. Di tengah persaingan global yang semakin ketat, kami akan berupaya keras untuk selalu meningkatkan kinerja dan kapabilitas, sehingga Toyota Indonesia mampu menjawab tuntutan konsumen Indonesia dan mancanegara, serta tuntutan perkembangan teknologi otomotif dan tantangan di masa mendatang, sekaligus secara berkesinambungan dapat memberikan sumbangsih nyata bagi bangsa dan negara Indonesia,” pungkas Warih. [dzm]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini