Toyota Indonesia 'Pede' Volume Ekspor 2019 Naik 5 Persen

Sabtu, 2 Februari 2019 08:00 Reporter : Syakur Usman
Toyota Indonesia 'Pede' Volume Ekspor 2019 Naik 5 Persen Peluncuran Produk Ekspor Toyota. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Berdasarkan kinerja positif ekspor otomotif di tahun lalu, Toyota Indonesia optimistis dapat mempertahankan performa ekspornya pada 2019. Alasan lainnya, ekspansi ekspor beberapa model CBU merek Toyota pada tahun lalu, membuat Toyota tetap fokus pada kestabilan performa ekspor di negara tujuan baru.

Pada tahun lalu, total ekspor mobil CBU merek Toyota menembus angka 206.600 unit, atau naik 4 persen dari capaian tahun sebelumnya.

Kami memproyeksikan kinerja ekspor CBU merek Toyota naik lebih dari 5 persen. Studi-studi untuk mempelajari destinasi ekspor baru, termasuk ke Australia masih terus dilakukan. Di saat sama, kami juga berupaya tetap fokus dalam hal menjaga kestabilan performa ekspor di negara baru tujuan ekspasi tahun lalu seperti Afrika dan Amerika Latin, ujar Warih Andang Tjahjono, Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Jumat (1/2)).

Semua kendaraan CBU yang diekspor ke berbagai negara itu merupakan produksi lokal dengan tingkat kandungan dalam negeri mencapai 75 persen sampai 94 persen. Sampai saat ini lebih dari 80 negara di kawasan Asia, Afrika, Amerika Latin, Karibia, dan Timur Tengah menjadi tujuan ekspor Toyota.

Kondisi makro ekonomi dunia merupakan tantangan tersendiri bagi kinerja ekspor otomotif dalam negeri. Menyikapi hal tersebut, Toyota memandang bahwa daya saing industri menjadi kunci untuk bisa bertahan bahkan memenangkan persaingan.

Tidak ada jalan lagi, selain meningkatkan competitiveness industri dalam negeri dari hulu hingga ke hilir supaya bisa mempertahankan posisi Indonesia sebagai salah satu basis produksi dan ekspor di kawasan Asia-Pasifik. Peningkatan kandungan lokal murni (true localization) produk, yang dimulai dari penggunaan sumber material dalam negeri, menjadi upaya fundamental untuk menjaga daya saing. Di saat sama, kegiatan tersebut dapat membantu menekan impor raw material sehingga memberi sumbangan terhadap kestabilan neraca perdagangan, terutama sektor komponen otomotif, tambah Bob Azam, Direktur TMMIN. [sya]

Topik berita Terkait:
  1. Toyota
  2. Ekspor Impor
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini