Tips Aman Berkendara saat Harus Menerabas Banjir

Selasa, 4 Desember 2018 08:00 Reporter : Syakur Usman
Tips Aman Berkendara saat Harus Menerabas Banjir All New Mitsubishi Pajero Sport 2016. © paultan.org

Merdeka.com - Musim hujan telah tiba. Per Desember, sejumlah wilayah di Indonesia mengalami curah hujan yang cukup tinggi. Tak ayal, berbagai masalah timbul, mulai dari kemacetan, pohon tumbang, tanah longsor, hingga banjir.

Hal ini menjadi momok bagi para pengendara mobil di kota-kota besar. Tanpa hujan saja, jalanan di ibu kota sudah macet, apalagi bila terjadi genangan-genangan akibat hujan yang turun.

Terkadang para pengemudi tidak punya pilihan, selain menerobos genangan air tersebut karena terburu waktu. Tapi di sini saatnya untuk Anda tetap waspada, jangan remehkan genangan air yang dilewati mobil Anda.

Mempersiapkan kendaraan agar fit dan bisa diandalkan saja tidak cukup, seperti dikutip dari laman mitsubishi-motors.co.id.

Anda pun dituntut memahami beberapa jurus jitu saat menerabas genangan air. Yang mesti dipahami pengemudi sebelum memacu mobilnya ke dalam air adalah karakter dan kondisi mobil, serta seberapa dalam genangan air yang ada di depan.

Biasanya yang takut menghadapi genangan air dan banjir adalah mobil-mobil seperti sedan atau city car, karena tidak memiliki ground clearance yang cukup tinggi. Beda dengan SUV, yang memang didesain memiliki ground clearance tinggi.

Mobil-mobil Mitsubishi Motors, seperti Pajero Sport, memiliki ground clearance yang cukup memadai. Tapi, tetap saja sebaiknya, jika ada genangan air yang cukup tinggi, lebih baik Anda mencari jalan lain. Namun, jika tidak ada jalan lain, maka Anda harus memastikan filter udara tidak kemasukan air yang diakibatkan oleh gelombang atau riak air.

Kalau sampai filter udara terendam air, itu bisa menyebabkan water hammer. Artinya, kondisi air masuk ke ruang pembakaran yang berpotensi merusak mesin.

Selain itu, pastikan Anda melaju dengan kecepatan rendah dan gunakan gigi rendah pada transmisi manual dan transmisi otomatis saat menerabas banjir. Hindari juga posisi setengah kopling atau mengocok gas dalam genangan, karena berpotensi menimbulkan gelombang atau riak air.

Jika ternyata ketinggian air melebihi batas aman dan menyebabkan mobil Anda mogok, maka jangan pernah untuk mencoba menyalakan mesin mobil lagi. Karena dikhawatirkan akan menyebabkan kerusakan yang lebih parah.

Kemudian, jika berhasil melewati genangan air tersebut, segera periksa kondisi rem apakah tetap optimal dengan metode sederhana; jalankan kendaraan dengan kecepatan rendah, sekitar 5 kilometer per jam, injak pedal rem berkali-kali untuk memastikan kondisinya prima. Usai melintasi banjir bukan berarti masalah selesai, segerakan periksa kendaraan Anda baik di bengkel resmi Mitsubishi Motors. [sya]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini