Tak Hanya di Indonesia, Penjualan GM Juga Turun di Amerika Utara dan Asia Pasifik

Kamis, 31 Oktober 2019 11:51 Reporter : Syakur Usman
Tak Hanya di Indonesia, Penjualan GM Juga Turun di Amerika Utara dan Asia Pasifik General Motors. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Salah satu alasan General Motors (GM) menghentikan menjual mobil di Indonesia mulai Maret 2020 adalah tidak memiliki segmen pasar otomotif yang dapat memberikan keuntungan berkesinambungan. Simpelnya, pabrikan otomotif Amerika Serikat ini tidak memiliki model mobil yang memberikan profit bagi PT GM Indonesia.

Hector Villarreal, President GM Asia Tenggara, dalam rilisnya, Senin (28/10), menyatakan faktor-faktor ini juga membuat kegiatan-kegiatan operasional kami menjadi semakin terpengaruh oleh faktor-faktor yang lebih luas di Indonesia, seperti pelemahan harga komoditas dan tekanan mata uang asing.

Di Indonesia, pabrikan asal Amerika Serikat ini menjual mobil dengan merek Chevrolet, khususnya segmen sport utility vehicle (SUV) seperti Chevrolet Trax, Trailblazer, dan Colorado. Penjualan Chevrolet Indonesia sejak tiga tahun terakhir menurun. Data Gaikindo menyebutkan, pada 2018 penjualannya anjlok 33 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sebenarnya tidak hanya di Indonesia GM merugi. Secara global, bisnis GM memamg sedang menghadapi tekanan berat di banyak pasar negara.

Berdasarkan laporan keuangan GM kuartal III tahun ini yang dirilis kemarin (30/10), total penjualan GM di seluruh dunia turun dari 6,14 juta unit di Januari-September tahun lalu menjadi 5,68 juta unit di Januari-September tahun ini (secara tahunan).

Pasar utama dan terbesar GM adalah kawasan Amerika Utara, seperti Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Model mobil yang paling laris di sana adalah model SUV, truk, pikap truk, dan crossover.

Namun, pasar utamanya ini ternyata juga sedang lesu, akibat antara lain isu dengan serikat pekerja GM.

Menurut laporan keuangan itu, volume penjualan GM di pasar Amerika Utara turun menjadi 2,51 juta unit dibandingkan 2,57 juta unit secara tahunan. Penurunan volume penjualan itu menyebabkan pangsa pasar GM di kawasan Amerika Utara juga turun menjadi 15,8 persen.

Pasar Asia Pasifik (termasuk China), Timur Tengah, dan Afrika juga turun cukup besar, yakni dari 3,059 juta unit menjadi 2,675 juta (secara tahunan). Padahal di pasar China, GM memiliki mitra lokal kuat, seperti SAIC General Motors Sales Co Ltd, SAIC GM Wuling Automobile Co Ltd, dan FAW-GM Light Duty Commercial Vehicle Co Ltd.

Di kawasan Asia Pasifik, GM memasarkan mobil dengan merek Chevrolet, Wuling, Buick, Baojun, Cadillac, dan sebagainya. Dengan penurunan penjualan, pangsa pasar GM juga turun dari 8,5 persen menjadi 7,8 persen di kawasan ini.

Kawasan Amerika Selatan juga tidak banyak membantu penjualan GM, meski menurun sedikit. Didominasi merek Chevrolet, penjualannya tercatat 493 ribu unit, turun dibandingkan 506 ribu unit (secara tahunan).

Margin usaha GM turun jadi 8,4 persen

Penurunan volume penjualan di hampir semua kawasan itu membuat kinerja keuangan GM juga merosot. Net revenue-nya turun 0,5 persen menjadi US$ 35,5 miliar. Sedangkan income juga turun 8,7 persen menjadi US$ 2,3 miliar.

Nilai EBIT (earning before interest and tax) juga turun 5,9 persen menjadi US$ 3 miliar dengan margin EBIT pun menurun menjadi 8,4 persen.

Dengan kinerja keuangan yang menurun tersebut, tak heran GM melakukan konsolidasi usaha terhadap negara-negara yang tidak berkontribusi terhadap profitnya seperti Indonesia. [sya]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini