Suzuki Kini Fokus Pasarkan Produk 'Made in Indonesia', Tinggalkan Model Impor

Senin, 13 April 2020 16:20 Reporter : Syakur Usman
Suzuki Kini Fokus Pasarkan Produk 'Made in Indonesia', Tinggalkan Model Impor Suzuki All New Ertiga road trip ke Cirebon. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) sudah mengubah fokus produk ke produk-produk domestik sejak dua tahun terakhir. Sehingga fluktuasi kurs rupiah terhadap dolar amerika serikat bagi perusahaan tidak rentan seperti sebelumnya.

Sejak pandemi Covid-19, kurs rupiah terus melemah hingga menembus level Rp 16.000 per dolar sejak satu bulan terakhir, dari posisi Rp 14.000.

Dony Saputra, Direktur Pemasaran 4W SIS, menjelaskan strategi produk kami sekarang adalah fokus penjualan ke produk-produk yang diproduksi di Indonesia alias 'made in Indonesia'. Tidak seperti dua tahun lalu yang fokus ke produk-produk yang diimpor secara utuh (CBU) seperti dari India.

"Tahun ini kami fokus penjualan produk yang dirakit di pabrik Tambun dan Cikarang, Bekasi (CKD). Saat ini produk domestik berkontribusi sekitar 90 persen terhadap penjualan Suzuki Indonesia lewat model Carry Pick-Up, APV, Ertiga, XL7, dan Karimun Wagon R. Bahkan model Carry berkontribusi terbesar, 50 persen," ujar Dony, baru-baru ini.

Menurutnya, seluruh produk Suzuki 'made in Indonesia' itu memiliki tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) tinggi; 90 persen, sehingga memiliki resistensi terhadap gejolak kurs lebih baik.

Produk Impor Tinggal 10 Persen

Meski fokus menjual produk-produk yang dirakit di Indonesia, SIS tetap menjual model lain yang diimpor dari India misalnya. Namun, jumlahnya kecil, tidak lebih dari 10 persen. Seperti model Ignis, Baleno, SX4 S-Cross, dan Jimny.

Pada tahun ini, meski ada pandemi Covid-19, Suzuki Indonesia sudah merilis dua model baru, yakni New XL7 dan Ignis. Per Februari lalu, Suzuki Indonesia mencatat penjualan 19.125 unit.

1 dari 1 halaman

Suzuki Indonesia Masuk Kelompok Top 5

Sementara Pada tahun lalu total pasar mobil di Indonesia mencapai 1,026 juta unit. Suzuki masuk dalam kelompok lima besar dengan volume 100.383 unit atau meraih pangsa pasar hampir 10 persen.

Astra Grup menguasai pasar mobil di Inndonesia dengan pangsa 52 persen, lewat merek Toyota, Daihatsu, Isuzu, dan Peugeot. Dari kelompok non-Astra, Mitsubishi mencatat penjualan tertinggi dengan volume 161.765 unit. Sementara Honda mencatat 137.339 unit.

[sya]
Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Suzuki
  3. Otomotif Nasional
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini