Survei OLX Autos: Kebijakan Diskon Pajak Pengaruhi Pasar Mobil Bekas, Ini Buktinya

Rabu, 9 Juni 2021 16:52 Reporter : Syakur Usman
Survei OLX Autos: Kebijakan Diskon Pajak Pengaruhi Pasar Mobil Bekas, Ini Buktinya Bursa mobil bekas. ©Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Pasar mobil bekas di Indonesia menunjukkan pemulihan seiring mulai membaiknya kondisi perekonomian masyarakat. Ada dua kekuatan utama yang mempengaruhi industri mobil bekas jelang semester I tahun ini, yaitu kebijakan relaksasi pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) dan momen Ramadan.

Berdasarkan hasil survei "Sentimen Pasar Mobil Bekas" yang dilakukan OLX Autos pada 11 April-2 Mei 2021 terhadap 1.193 responden, permintaan mobil bekas kini lebih tinggi dibandingkan sebelum pandemi karena masyarakat mencari moda transportasi yang lebih aman. Survei tersebut juga menunjukkan penggunaan mobil pribadi pada kuartal I tahun ini mencapai 41 persen, sedangkan sebelum pandemi hanya 33 persen.

Responden survei ini terdiri dari pembeli, penjual perorangan, dan diler rekanan OLX Autos.

Memasuki pengujung semester I, ada dua kekuatan utama yang mempengaruhi pasar mobil bekas nasional, yakni kebijakan relaksasi PPnBM dan momentum Ramadan. Kebijakan relaksasi pajak ini berlaku sejak awal tahun ini turut mengubah perilaku konsumen dan diler mobil bekas.

Misalnya dari sisi konsumen atau pembeli, survei tersebut memperlihatkan sekitar 10 persen konsumen mobil bekas membeli mobil baru, setelah relaksasi PPnBM itu diterapkan. Kemudian, bagi penjual perorangan, kebijakan tersebut membuat mereka mempercepat waktu penjualan seiring dengan ada kekhawatiran penurunan harga lebih lanjut dan permintaan yang lebih rendah.

Sementara bagi diler, mereka berupaya untuk beradaptasi dengan mengurangi pembelian stok mobil, memperluas saluran penjualan, dan mengurangi harga jual.

Jefferson Kuesar, Director of Insights OLX Indonesia, menjelaskan kebijakan relaksasi PPnBM ini membuat sekitar 35-40 persen transaksi mobil bekas mengalami penurunan harga. Hal ini juga tentu menjadi alasan sebagian besar konsumen untuk memilih mobil bekas seiring dengan keterbatasan anggaran.

Selain kebijakan PPnBM, momentum Ramadan turut mempengaruhi pasar mobil bekas saat ini. Masih berdasarkan survei tadi, meski ada penyekatan wilayah selama Ramadan tahun ini, permintaan mobil bekas masih mencatat pertumbuhan. Kendati belum sepenuhnya pulih, jika dibandingkan Ramadan tahun lalu, permintaan mobil bekas pada Ramadan tahun ini tumbuh sekitar 10 persen.

Menurut Jeff, penyekatan wilayah tidak membatasi permintaan, karena konsumen memanfaatkan harga yang lebih rendah dan membutuhkan transportasi yang lebih aman.

“Dengan demikian, melihat kondisi hingga pertengahan tahun ini, kami optimistis kinerja industri mobil bekas positif pada pengujung tahun ini. Kami juga akan terus berinovasi agar bisa memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,” pungkas dia. [sya]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini