Soal 'Gratis' Pajak Mobil, Apa Kata Dua Raksasa Otomotif Indonesia Ini?

Rabu, 17 Februari 2021 12:40 Reporter : Syakur Usman
Soal 'Gratis' Pajak Mobil, Apa Kata Dua Raksasa Otomotif Indonesia Ini? pabrik mobil Daihatsu di Sunter, Jakarta Utara. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Kalangan pabrikan otomotif di Tanah Air menunggu petunjuk pelaksanaan atau teknis dari kebijakan relaksasi pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) produk otomotif yang dimulai 1 Maret mendatang.

Dalam skenario relaksasi PPnBM itu, tahap pertama dimulai Maret hingga Mei, pemerintah akan memberikan PPnBM 0 persen. Tahap kedua, Juni-Agustus diskon PPnBM sebesar 50 persen dan tahap ketiga September-November diskonnya tinggal 25 persen.

Namun, tidak semua produk otomotif mendapat insentif pajak kala pandemi ini. Ada tiga kriteria, yakni kapasitas mesin 1.500 cc ke bawah, diproduksi di dalam negeri, dan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) 70 persen.

Amelia Tjandra, Marketing Director, Corporate Planning and Communication Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM), mengaku sudah mengetahui secara prinsip kebijakan relaksasi PPnBM tersebut.

"Namun, kami lebih baik menunggu juklak pemerintah dulu," kata Amelia pada Merdeka.com, Rabu (17/2).

Anton Jimmi Suwandhy, Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor, juga bersikap serupa. "Kami masih menunggu detail teknisnya."

Padahal menurut penelusuran Merdeka.com, baik daihatsu maupun Toyota adalah pabrikan otomotif terbesar di republik ini.

Berdasarkan tiga kriteria tadi, Daihatsu punya beberapa model yang masuk wilayah 'gratis' pajak tersebut. Seperti Daihatsu Xenia di segmen low multipurpose vehicle (MPV) dan Terios di segmen low sport utility vehicle (SUV).

Menurut Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Daihatsu memiliki dua pabrik, yakni Sunter-Jakarta Utara dan Karawang-Jawa Barat. Total volume produksinya mencapai 500 ribu unit per tahun.

Dari dua pabrik itu, model mobil yang diproduksi adalah Daihatsu Xenia, Terios, Sigra, Ayla, Gran Max, dan Luxio. Kemudian merek Toyota seperti Avanza, Rush, Calya, Agya, Town Ace, dan Lite Ace.

Mulai September tahun lalu, ADM memproduksi Mazda Bongo untuk tujuan pasar ekspor Jepang. Volume ekspor CBU daihatsu Indonesia mencapai lebih dari 65 ribu unit per September 2020. [sya]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini