Sejarah ekspor dan pabrik Suzuki di Indonesia

Senin, 22 Oktober 2018 15:28 Reporter : Syakur Usman
Sejarah ekspor dan pabrik Suzuki di Indonesia ekspor suzuki 2018. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Pada hari ini, Senin (22/10), PT Suzuki Indomobil Motor (SIM), melakukan ekspor perdana mobil All New Ertiga keMeksiko, Filipina, dan 20 negara lainnya yang tersebar di benua Asia, Amerika Latin, dan Oseania. Jumlahnya sekoytar 12 ribu unit. Selain mobil, SIM juga mengekspor sepeda motor skutik entry level NEX II.

Sejatinya peristiwa ini tidaklah baru bagi Suzuki Indonesia. Bukan memanfaatkan momen pelemahan kurs rupiah terhadap dolar AS yang tembus Rp 15.000. Bukan pula karena dorongan harga produk Indonesia kompetitif di pasar ekspor saat ini akibat pelemahan kurs itu. Sebab Suzuki Indonesia memiliki jejak rekam panjang soal ekspor.

Dari olahan Merdeka.com, sejarah ekspor mobil Suzuki dimulai pada 1993 lewat model Carry Futura, Carry Real Van, dan Katana, sebagai produk ekspor pertama Suzuki Indonesia. Kegiatan ekspor kemudian dilanjutkan dengan produk lainnya, seperti Baleno pada 1998, Karimun (1998), APV (2004), Carry 1.0 (2008), dan Grand Vitara (2008).

Kemudian Swift (2008), SX-4 (2010), Ertiga (2013), dan Karimun Wagon R (2015). Selama 25 tahun menjadi eksportir mobil, Suzuki mengapalkan 478.351 unit secara utuh atau completely built up (CBU) dan terurai atau completely knock down (CKD) ke berbagai negara.

Khusus untuk Ertiga, SIM mulai melakukan ekspor pada 2013. Hingga tahun ini, sebanyak 42.158 unit Ertiga berhasil dikapalkan ke 28 negara. Tren positif ini terus berlanjut dengan dimulai ekspor All New Ertiga. Sejak Oktober tahun ini, All New Ertiga mulai diiekspor sebanyak 12.000 unit, dengan negara tujuan Meksiko, Filipina, dan 20 negara lainnya yang tersebar di benua Asia, Amerika Latin, dan Oseania.

ekspor suzuki 2018 ©2018 Merdeka.com

Tidak hanya mobil, Suzuki juga mengekspor sepeda motor. Dimulai pada 2012, Suzuki pertama kali mengekspor motor Satria FU150, Smash FI, NEX, dan Let’s dalam bentuk CBU. Kemudian pada 2014, Suzuki mengekspor sepeda motor CBU Address dan 2016 mengekspor GSX Series jufa secara CBU.

Sedangkan ekspor dalam bentuk CKD dimulai pada 2012 dengan produk Shogun 125, Satria FU150, Raider (Youngstar), Thunder 125, Shooter, NEX, dan Let’s. Total hingga September tahun ini, sebanyak 699.481 unit sepeda motor baik CBU maupun CKD telah diekspor ke 39 negara.

Pada momen peresmian ekspor hari ini, Senin (22/10), Suzuki turut mengapalkan motor skutik NEX II ke Filipina dalam bentuk CBU. Kemudian ke depannya, Suzuki juga akan mengekspor NEX II dalam bentuk CKD ke Kamboja. Saat ini, Suzuki mulai mengapalkan sebanyak 4.456 unit NEX II sejak Agustus 2018. Hingga Maret 2019, Suzuki menargetkan mengekspor 18.660 unit NEX II ke dua negara tersebut.

Pabrik Indonesia

Suzuki Indonesia memiliki empat pabrik di Tanah Air yang berlokasi di Cakung, Tambun, dan Cikarang. Di sana diproduksi komponen, mesin, transmisi, dan perakitan sepeda motor, serta mobil untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan luar negeri.

Sepeda motor Suzuki, seperti GSX-R150, GSX-S150, GSX150 Bandit, Satria F150, Address, NEX II, dan Smash diproduksi di Tambun I. Sementara mobil APV, Futura, dan Karimun Wagon R di Tambun II, sedangkan All New Ertiga di Cikarang.

Melalui keempat pabrik tersebut, Suzuki berharap kegiatan ekspor bisa meningkat setiap tahun, sehingga berdampak positif baik untuk Suzuki maupun perekonomian Indonesia.

“Pada 2017, 33 persen pendapatan kami bersumber dari ekspor.Kami menginginkan bisa naik setiap tahun. Oleh karena itu, kami ucapkan terima kasih atas bantuan dan dorongan pemerintah Indonesia yang terus membantu kemudahan ekspor Suzuki. Hal ini semakin memacu kami untuk memperluas ekspor ke negara-negara tujuan baru,” ucapSeiji Itayama, Presiden Direkur SIM, saat menghadiri ekspor perdana All New Ertiga di Cikarang, Bekasi, Senin (22/10).

Pabrik pertama Suzuki Indonesia beroperasi pada 1971, dengan memproduksi sepeda motor. Selain sepeda motor, Suzuki turut memproduksi mobil pada 1976. Untuk meningkatkan kapasitas produksi mobil, Suzuki membuka pabrik Tambun II pada 1991. Seiring meningkatnya permintaan pasar sebagai salah satu perusahaan otomotif terbesar di Indonesia, pada 2015 Suzuki meresmikan pabrik barunya di Cikarang, yang memproduksi mobil serta mesin dan transmisi dengan nilai investasi US$ 1 miliar. Pabrik Suzuki di Cikarang telah dilengkapi 217 teknologi robotik yang menjamin kualitas produk Suzuki.

Sejak 1971 hingga kini, Suzuki telah memproduksi 11 juta unit sepeda motor di Indonesia. Sedangan sejak 1976, produksi mobil Suzuki di Indonesia mencapai jumlah 2,5 juta unit. [sya]

Topik berita Terkait:
  1. Suzuki
  2. Ekspor Impor
  3. Bekasi
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini