Program 'Perjodohan' Kementerian Perindustrian Buka Pasar IKM Logam Otomotif

Jumat, 26 Juni 2020 16:45 Reporter : Syakur Usman
Program 'Perjodohan' Kementerian Perindustrian Buka Pasar IKM Logam Otomotif Proses produksi di pabrik otomotif. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Kementerian Perindustrian mendorong pelaku industri kecil menengah (IKM) agar bisa tetap menjalankan usahanya meski terdampak pandemi Covid-19. Salah satu sektor yang dipacu adalah IKM logam yang memproduksi berbagai komponen otomotif.

“Di masa pandemi, sejumlah IKM di sentra logam Tegal yang menjadi mitra agen pemegang merek (APM) sebagai tier 1 dan tier 2 mengalami penurunan omzet hingga 90 persen, karena APM sempat berhenti beroperasi beberapa waktu lalu,” kata Gati Wibawaningsih, Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin, dalam rilisnya, Jumat (26/6).

Menurut Dirjen Gati, pihaknya terus melakukan penjajakan terhadap peluang pasar yang ada. Salah satu upaya untuk menjembatani IKM di sentra logam Tegal dalam menjajaki pasar baru di sektor industri otomotif. Pihaknya telah menggelar program link and match antara IKM dan perusahaan besar. ungkapnya.

Melalui kegiatan “perjodohan” tersebut, substitusi impor yang tengah dilakukan PT Sinar Agung Selalu Sukses (SASS) di masa pandemi ini menjadi harapan baik bagi pelaku IKM di sentra logam Tegal. SASS merupakan salah satu perusahan manufaktur otomotif yang memproduksi suku cadang kendaraan bermotor roda dua dan empat untuk pasar original equipment manufacturer (OEM) dan aftermarket.

IKM di sentra logam Tegal berhasil mendapatkan purchase order (PO) dari SASS untuk membuat produk substitusi impor berupa handle socket LT 10 ton, handle socket LT 5 ton, dan handle socket LT 30,32 ton. Selain itu, mereka juga akan mendapat pesanan tangkai spion dari SASS. Sementara IKM yang akan mengerjakan produk substitusi impor tersebut adalah PT Bimuda Karya Teknik yang didukung IKM lainnya, seperti PT Mitra Karya Tegal dan PT Tiga Bersaudara. Produk-produk tersebut diproduksi menggunakan mesin stamping.

“Namun, IKM perlu melakukan investasi untuk pembuatan dies (cetakan) dengan biaya tidak sedikit. Oleh karena itu, program restrukturisasi mesin dan peralatan yang kami miliki diharapkan dapat membantu meringankan pelaku IKM dalam investasi pembuatan dies tersebut,” jelasnya.

1 dari 1 halaman

Kebutuhan Bahan Baku Logam

Selain mendapatkan pasar baru, IKM di sentra logam Tegal didorong untuk saling bahu-membahu dengan membagi pekerjaan. Seperti yang dilakukan PT Mitra Karya Tegal dengan berbagi pekerjaan kepada IKM logam lain dalam memproduksi aksesoris kendaraan roda dua.

Dalam memenuhi kebutuhan bahan baku logam, IKM di sentra logam Tegal didukung oleh Material Center yang hadir atas inisiasi dan kerja sama Ditjen IKMA dengan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Tegal.

“Berfungsi sebagai penyedia bahan baku logam, Material Center di Tegal mampu menyediakan bahan baku dengan harga kompetitif bagi IKM, sehingga dapat memperkuat daya saing IKM terlebih pada masa pandemi covid-19 saat ini,” papar Gati.

[sya]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini