Kaleidoskop 2020

Produksi Pincang Otomotif RI dan Harapan Mobil Listrik

Rabu, 30 Desember 2020 08:00 Reporter : Syakur Usman
Produksi Pincang Otomotif RI dan Harapan Mobil Listrik Pabrik Toyota. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Pagebluk Covid-19 memukul industri otomotif di Indonesia. Penjualan mobil dan sepeda motor anjlok.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat, penjualan ritel mobil turun 45 persen menjadi 509.667 unit per November tahun ini dibandingkan periode sama tahun lalu.

Sementara Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) juga memperkirakan pasar kendaraan roda dua drop sekitar 45 persen menjadi 3,8 juta unit.

Selain penjualan terpuruk, industri otomotif RI juga terpukul akibat volume produksi ikutan merosot. Penyebabnya, banyak pabrik menghentikan produksi beberapa kali lantaran kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) demi mencegah penularan Covid-9 di kalangan pekarja pabrik.

Alhasil jumlah produksi mobil ‘made’ in Indonesia merosot. Data Gaikindo menyebutkan, volume produksi mobil ‘made in’ Indonesia drop 47,8 persen menjadi 621.873 unit periode Januari-November tahun ini.

Penurunan volume produksi ini berdampak pada kinerja ekspor otomotif RI terutama model utuh atau completely built up (CBU). Volume ekspor mobil CBU ‘made in’ Indonesia turun 33 persen menjadi 206.685 unit per November lalu.

Kalangan industri memperkirakan pasar otomotif tahun ini paling tinggi mencapai 560 ribu unit, turun sekitar 45 persen dibandingkan tahun lalu.

Ini juga akibat nihilnya pameran otomotif besar sepanjang tahun ini, seperti IIMS dan GIIAS, akibat tak mendapat izin pemerintah karena menciptakan kerumunan. Hal yang paling dihindari demi melawan pagebluk ini.

Baca Selanjutnya: Toyota Tetap No 1 di...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini