Penuhi Lonjakan Permintaan, Daihatsu: Kenaikan Produksi Kami Signifikan di Juli

Selasa, 20 April 2021 08:00 Reporter : Syakur Usman
Penuhi Lonjakan Permintaan, Daihatsu: Kenaikan Produksi Kami Signifikan di Juli pabrik Daihatsu Indonesia. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - PT Astra Daihatsu Motor (ADM) memperkirakan penambahan produksi mobilnya baru berdampak signifikan pada Juli tahun ini, meski sejak April sudah memaksimalkan pasokan atau produksi dengan program special action Daihatsu: 3P (People, Production facility, and Part Control).

Amelia Tjandra, Marketing Director dan Corporate Planning and Communication Director ADM, menjelaskan memproduksi mobil tidak seperti memproduksi roti yang bisa langsung jadi. Memproduksi mobil membutuhkan persiapan, sehingga pabrikan tidak bisa langsung memenuhi permintaan pembeli yang naik tinggi untuk model-model yang mendapat relaksasi pajak (PPnBM) 100 persen per 1 Maret lalu.

Sejak Maret itu, penjualan mobil Daihatsu melonjak tinggi hingga 200 persen atau 2 kali lipat khususnya model yang menikmati relaksasi pajak, seperti Terios, Xenia, Gran Max Minibus, Luxio, dan Rocky (belum dipasarkan). Sementara itu pemasok Daihatsu hanya mampu menambah produksi 20 persen, sehingga ada gap besar antara jumlah permintaaan dan pasokan.

"Prinsipnya kami butuh persiapan supaya bisa memenuhi lonjakan permintaan itu. Pada April dan Mei ada momen Ramadan dan libur panjang hari raya Lebaran, sehingga kami perkirakan kenaikan produksi di pabrik ADM baru berdampak signifikan, yakni menambah jumlah pasokan di Juli," ujar Amelia saat jumpa pers secara daring, akhir pekan lalu.

Sebelumnya Stephanus Surya, Planning and Control Department Head ADM, menjelaskan dengan implementasi 3P tersebut, targetnya dapat meningkatkan dan mempercepat produksi Daihatsu.

Misalnya capaian tact time menjadi lebih singkat menjadi 1,9 menit dari 3,1 menit untuk memproduksi satu unit mobil. Kemudian kapasitas unit yang mampu diproduksi dalam satu tahun pun meningkat menjadi 460 ribu unit dari semula 330 ribu unit.

Tiga Sektor

Ada tiga sektor yang dilakukan untuk meningkatkan produksi, yakni ‘People’ untuk meningkatkan jumlah pekerja dan shift, meningkatkan fasilitas sesuai protokol kesehatan, dan membentuk ‘Kaizen Task Force Team’ terkait efisiensi plus produktivitas kerja.

Kedua, ‘Production Facility' atau menambah alat produksi, terutama jig welding dan robot pengecatan, serta memanfaatkan alat–alat produksi dari model yang sudah ‘run out’ atau tidak lagi dijual. Dan Ketiga, Parts control, yakni menambah stok bahan baku produksi dari 5 hari menjadi 14 hari supaya produksi lebih stabil kala pandemi.

“Daihatsu berharap, melalui upaya dan implementasi 3P ini, dapat meningkatkan pasokan agar lebih memaksimalkan produksi untuk dapat memenuhi permintaan pelanggan," ujar Stephanus.

Saat ini ADM memiliki 5 pabrik; pabrik stamping, mesin, casting, perakitan Sunter, dan perakitan Karawang. Kelima pabrik itu dipasok oleh ribuan vendor. Rinciannya, 92 persen atau 1.548 pemasok komponen lokal, 6 persen atau 101 pemasok komponen multisumber, dan 2 persen (34 pemasok komponen Jepang).

Para pemasok tersebut hanya mampu menambah produksinya sekitar 20 persen, karena masih menerapkan protokol kesehatan dalam proses produksinya sehingga volume produksi komponennya pun terbatas. [sya]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini