Penjualan mobil Astra Grup turun hampir 9 persen per April 2018

Senin, 21 Mei 2018 12:09 Reporter : Syakur Usman
Penjualan mobil Astra Grup turun hampir 9 persen per April 2018 Astra International. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Penjualan mobil kelompok usaha Astra mencapai 192.908 unit di periode Januari-April 2018. Jumlah tersebut turun 8,8 persen dibandingkan periode sama tahun lalu yang mencatat penjualan 211.672 unit.

Dari data Astra International pada Merdeka.com, akhir pekan lalu, penjualan mobil kelompok Astra turun pada Januari, Februari, dan Maret tahun ini, tapi penjualan mulai naik pada April meski tidak signifikan. Di bisnis otomotif, Astra Grup memiliki merek Toyota, Daihatsu, Isuzu, Peugeot, dan sepeda motor Honda.

Dari total penjualan 192.908 unit itu, merek Toyota berkontribusi terbesar terhadap penjualan mobil Astra, yakni 114.427 unit. Disusul Daihatsu dengan penjualan 70.476 unit, Isuzu 7.971 unit, dan Peugeot 34 unit.

Sementara merek mobil non-Astra yang mencatat penjualan besar adalah Mitsubishi dengan volume 73.179 unit. Kemudian Honda di posisi berikutnya dengan 53.274 unit, Suzuki 40.860 unit, dan Nissan 4.356 uit. Dibandingan merek mobil non-Astra, mobil kelompok Astra memiliki pangsa pasar 49 persen di pasar otomotif nasional per April tahun ini.

Sebelumnya per kuartal I tahun ini, PT Astra International Tbk melaporkan penurunan laba bersih 8 persen menjadi Rp 2,1 triliun dari bisnis otomotifnya.

"Persaingan di pasar mobil diperkirakan semakin meningkat," ujar Prijono Sugiarto, Presiden Direktur Astra International Tbk, dalam rilisnya.

Penurunan laba bersih bisnis otomotif Astra itu didorong penurunan penjualan mobil Astra sebesar 12 persen menjadi 142 ribu unit. Akibatnya, pangsa pasar Astra anjlok dari 57 persen menjadi 49 persen. Padahal selama tiga bulan pertama tahun ini, kelompok usaha ini meluncurkan tujuh model baru dan dua model revamped.

Sementara di bisnis sepeda motor, penjualan PT Astra Honda Motor stabil di angka 1,1 juta unit. Ini disebabkan pengelolaan inventor dalam rangka peluncuran beberapa model utama. Dampaknya, pangsa pasar AHM juga turun dari 77 persen menjadi 73 persen. Selama periode ini, Astra meluncurkan satu model baru dan lima model revamped.

Di bisnis komponen, Astra Otoparts Tbk, juga mengalami penurunan laba bersih 1 persen menjadi Rp 146 miliar, meski pendapatan usahanya naik 11 persen. Penurunan laba ini disebabkan penurunan kontribusi dari perusahaan patungan entitas asosiasi yang terkena dampak dari kerugian translasi mata uang asing. [ara]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini