Pemerintah Indonesia pilih Mitsubishi untuk masuki 'Era Mobil Listrik'

Senin, 11 Desember 2017 12:53 Reporter : Syakur Usman
Pemerintah Indonesia pilih Mitsubishi untuk masuki 'Era Mobil Listrik' Mitsubishi. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Mitsubishi Motors Corporation (MMC) mengumumkan penandatanganan nota kesepahaman dengan pemerintah Indonesia terkait pengembangan penggunaan dan ketersediaan kendaraan listrik di Indonesia pada hari ini, Senin (11/12).

Kerja sama ini akan mendukung ambisi pemerintah Indonesia untuk mendorong pengembangan kendaraan listrik sebagai bagian dari strategi untuk mengurangi emisi karbon dioksida (CO2). Langkah terkait yang akan diambil Pemerintah meliputi eksplorasi berbagai kebijakan baru dan program insentif untuk mendorong penggunaan kendaraan listrik bagi pengemudi dan produsen. Pemerintah Indonesia dan MMC juga akan melakukan studi bersama untuk menguji efisiensi penggunaan kendaraan listrik di Indonesia.

Dalam rilisnya pada Merdeka.com, MMC akan memberikan kontribusi langsung terhadap transisi Indonesia menuju era 'ekonomi rendah karbon' (low carbon economy) dengan menyediakan 10 kendaraan listrik. Rinciannya, 8 unit SUV Outlander PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) dan 2 unit kendaraan listrik murni i-MiEV, serta 4 unit pengisian daya (charging units) kepada Kementerian Perindustrian Republik Indonesia dan berbagai organisasi lainnya termasuk universitas/perguruan tinggi nasional dan lembaga penelitian.

"Nota kesepahaman ini merupakan bentuk kepercayaan pemerintah Indonesia pada teknologi listrik Mitsubishi Motors. Pengumuman ini sekaligus menunjukkan pentingnya Indonesia bagi Mitsubishi Motors dalam rencana pertumbuhan di masa depan. Kami senang dapat berperan dalam membantu mengurangi emisi di Indonesia dan mendukung transisi ke era ekonomi rendah karbon," ujar Osamu Masuko, Chief Executive Officer Mitsubishi Motors Corporation.

Nota kesepahaman ini menunjukkan komitmen jangka panjang Mitsubishi Motors terhadap Indonesia. Perusahaan ini telah masuk ke pasar Indonesia sejak 46 tahun lalu. Lalu pada awal tahun ini membuka pabrik perakitan baru untuk kendaraan penumpang di Bekasi, Jawa Barat. Pabrik tersebut direncanakan menyediakan lebih dari 3.000 pekerjaan dengan kapasitas produksi maksimum saat ini hingga 160.000 kendaraan per tahun.

Pembukaan pabrik perakitan di Bekasi menunjukkan bahwa Indonesia menjadi pusat produksi utama Mitsubishi Motors, sekaligus menjadi pusat kegiatan seluruh kawasan Asia Tenggara (ASEAN).

Mitsubishi Motors adalah perusahaan mobil Jepang yang memiliki keunggulan kompetitif dalam SUV dan truk pick-up, kendaraan listrik, dan plug-in hybrid. Perusahaan ini meluncurkan i-MiEV, kendaraan listrik produksi massal pertama pada 2009, yang diikuti dengan Outlander PHEV pada 2013, yang menjadi pemimpin pasar plug-in hybrid di Jepang dan Eropa. Mitsubishi memiliki 30.000 karyawan, memiliki jejak global dan fasilitas produksi di Jepang, Thailand, China, Indonesia, Filipina dan Rusia. Model seperti Pajero Sport, Triton, dan Outlander memainkan peran utama dalam mencapai pertumbuhannya. Volume penjualan global pada tahun fiskal 2016 adalah 926.000 unit. Sedangkan angka penjualan bersih Mitsubishi untuk tahun fiskal 2016 adalah 1,9 triliun yen. [ega]

Topik berita Terkait:
  1. Mitsubishi
  2. Mobil Listrik
  3. Otomotif
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini