Nissan pamerkan mobil yang bisa baca sinyal pikiran pengemudi di CES 2018

Selasa, 9 Januari 2018 11:38 Reporter : Syakur Usman
Nissan Brain-to-Vehicle. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Nissan meluncurkan penelitian anyar yang memungkinkan kendaraan 'membaca' sinyal dari pikiran pengendara. Hal ini mendefinisikan kembali bagaimana pengguna berinteraksi dengan kendaraannya. Teknologi itu dinamakan Brain-to-Vehicle (B2V).

Teknologi B2V akan dapat mempercepat reaksi pengendara dan mengarahkan kendaraan agar tetap beradaptasi untuk berkendara lebih menyenangkan.

Nissan akan mendemonstrasikan kemampuan teknologi eksklusif ini pada pameran Consumer Electronics Show (CES) 2018 di Las Vegas, Amerika Serikat. B2V merupakan pengembangan terbaru dari Nissan Intelligent Mobility, visi perusahaan untuk mengubah bagaimana kendaraan dikendarai, ditenagai, dan terintegrasi dengan lingkungan di sekitarnya.

"Ketika semua orang berbicara tentang kendaraan otonom, visi mereka sangat tidak personal, karena manusia melepaskan kendali pada mesin. Teknologi B2V justru kebalikannya. Teknologi ini menggunakan sinyal dari pikiran pengendara untuk membuat berkendara lebih menyenangkan dan nyaman," kata Daniele Schillaci, Executive Vice President Nissan, dalam rilisnya, Senin (8/1).

Nissan Brain-to-Vehicle 2018 Merdeka.com

Kata dia, melalui Nissan Intelligent Mobility, kita membawa masyarakat pada dunia yang lebih baik dengan memberikan lebih otonomi, lebih banyak elektrifikasi, dan lebih banyak konektivitas.

Terobosan terbaru dari Nissan ini merupakan hasil dari penelitian menggunakan teknologi penguraian kode pikiran untuk memprediksi tindakan pengendara dan mendeteksi ketidaknyaman.

Dr Lucian Gheorghe, Senior Innovation Researcher pada Nissan Research Center di Jepang, yang memimpin penelitian B2V, menambahkan, penggunaan lainnya dari teknologi B2V termasuk dalam menyesuaikan lingkungan internal kendaraan. Misalnya, teknologi ini dapat menggunakan teknologi augmented reality untuk menyesuaikan apa yang pengendara lihat dan membuat suasana kabin yang lebih santai.

"Potensi pengaplikasian dari teknologi ini sangat luar biasa, kata Gheorghe. Penelitian ini akan menjadi acuan untuk inovasi-inovasi dalam kendaraan Nissan pada tahun-tahun mendatang."

B2V Nissan adalah yang pertama di dunia untuk model teknologi seperti ini. Pengendara menggunakan alat yang dapat mengukur gelombang aktivitas pikiran, yang kemudian dianalisis oleh sistem otonom. Dengan mengantisipasi pergerakan yang diinginkan, sistem tersebut akan melakukan pergerakan - seperti menggerakan roda pengendara atau memperlambat kendaraan - 0,2 sampai 0,5 detik lebih cepat dari pengendara, meskipun tak kentara.

Nissan akan menggunakan simulasi berkendara untuk mendemonstrasikan beberapa elemen dari teknologi tersebut pada CES 2018. Demonstrasi Nissan akan ada di stan 5431 Las Vegas Convention Center North Hall. [ega]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.