New Almaz RS: Kejutan Berkali-kali Wuling untuk Indonesia

Senin, 5 April 2021 17:43 Reporter : Syakur Usman
New Almaz RS: Kejutan Berkali-kali Wuling untuk Indonesia New Wuling Almaz RS. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Industri otomotif Indonesia mengenal merek Wuling Motors sejak Juli 2017 silam. Saat itu pabriknya di Cikarang, Jawa Barat, resmi beroperasi dengan total investasi US$ 700 juta.

Sejak itu, pabrikan otomotif asal China menggebrak pasar otomotif nasional. Dibungkus strategi pemasaran yang bikin efek kejut, lewat produk dan fitur-fitur kendaraannya yang berlimpah dan berani serta harga jual lebih murah (baca: kompetitif) di segmen kendaraannya.

Strategi mengejutkan pasar ini dilakoni kali pertama dengan memasarkan Wuling Confero S pada Agustus tiga tahun silam. Mobil Low MPV ini mengejutkan pasar mobil keluarga di Indonesia, karena menawarkan mesin 1.5L, kabin lapang, dan kapasitas tujuh penumpang dengan harga Rp 150 jutaan. Padahal model eksisting rata-rata dibanderol lebih Rp 170 juta.

Strategi kejutan ini konsisten dilakoni hingga tahun ini, meski ada pandemi Covid-19.

Kejutan teranyarnya adalah Almaz RS, yang bermain di segmen sport utility vehicle (SUV). RS yang berarti 'Raising Star' ini ingin menjadi bintang baru di keluarga Wuling Indonesia.

Sebagai calon bintang baru, Wuling Almaz RS memiliki fitur kejutan di segmen SUV bernama Wuling Interconnected Smart Ecosystem (WISE). Ini kejutan kedua Almaz, setelah kejutan pertama lewat fitur Wuling Indonesian Command (WIND) pada 2019 silam. Ini fitur perintah suara berbahasa Indonesia pertama di pasar. Tak heran, berkat fitur WIND, Wuling Almaz merebut gelar "Mobil Terbaik 2019" versi Forum Wartawan Otomotif Indonesia (FORWOT).

Sebagai flagship model, New Almaz RS memperkaya fitur WIND dengan fitur baru WISE. Fitur inovasi ini menjadi 'rumah' bagi dua fitur andalan Advanced Driving Assistant System (ADAS) dan Internet of Vehicle (IoV).

Dalam fitur ADAS, ada serangkaian fitur pintar ala mobil masa depan, seperti Adaptive Cruise Control (ACC), Bend Cruise Control (BCC), Lane Keeping Assist (LKA), Lane Departure Warning (LDW), Traffic Jam Assistance (TJA), dan Intelligent Cruise Assistance (ICA). Ada pula Collision Mitigation System (CMS), Automatic Emerfency Braking (AEB), dan Forward Collision Warning (FCW).

new wuling almaz rs

©2021 Merdeka.com

Seperti Autonomous Vehicle Level 1

Bila semua fitur pintar ini dioperasikan, New Almaz RS seperti autonomous vehicle level 1. Artinya, mobil bisa bergerak sendiri dengan peran manusia sebagai pengemudi masih besar.

Hal ini penulis rasakan sendiri menjajal secara terbatas Almaz RS di kawasan Ancol, Jakarta Utara, baru-baru ini.

"Mobil bisa berjalan sendiri dengan kecepatan tertentu seperti 45 km per jam tanpa menginjak pedal gas. Bisa mengerem sendiri bila ada obyek di depannya. Setir juga bergerak sendiri, membaca marka jalan tanpa intervensi saya yang tetap waspada sebagai pengemudi," ujar seorang instruktur yang menemani Merdeka.com mencicipi kecanggihan Almaz RS ini.

Hemat penulis, berlimpahnya fitur pintar ADAS ini sangat membantu pengemudi Almaz RS. Selain nyaman, pengemudi juga jadi terhindar dari kondisi fatigue (kelelahan) saat menyetir jarak jauh atau di tengah kondisi jalan ekstramacet.

Baca Selanjutnya: Mengatur Kendaraan dari Layar Smartphone...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini