Naik motor Jakarta-Cirebon demi makan sate

Jumat, 3 Oktober 2014 13:51 Sumber :
Naik motor Jakarta-Cirebon demi makan sate Foto ilustrasi
<p>Soebronto Laras, mantan Presiden Direktur Suzuki sekaligus pengusaha kawakan Indonesia, berkisah soal kecintaannya terhadap sepeda motor, termasuk sejumlah cerita menarik, di tengah pengembangan pasar Suzuki untuk motor besar.

Merdeka.com - Salah satu cerita itu adalah perjalanan Jakarta-Cirebon yang ditempuh dalam sehari dengan sepeda motor demi makan sate khas daerah tersebut.

"Dulu orang-orang tua itu banyak yang gila motor karena jalanannya enak. Mungkin Anda pernah dengar, Direktur Utama Garuda, Pak Lumenta, itu orang yang gila motor. Kadang-kadang dia telepon saya, 'Pak Bronto, ayo kita makan sate di Cirebon'. Itu biasa," ujar Soebronto Laras.

Ia menjelaskan bahwa Jakarta-Cirebon memiliki jarak 300 km dan dilakukannya dalam sehari dengan mengendarai sepeda motor karena ajakan yang bersifat dadakan.

"Jadi bayangin aja, ngegas 300 km cuma buat makan sate, sate kambing yang terkenal di Cirebon, abis itu balik lagi. Nanti jam 08.00 jam 09.00 sudah sampai lagi di Jakarta," ujarnya.

Suzuki sendiri saat ini kian menggalakkan pasar mogenya, termasuk meluncurkan sejumlah model, antara lain si kencang Hayabusa.

Mereka juga memadukan brand dengan tempat nongkrong yang dinilai menjadi trendsetter, Suzuki Rolling Stone Cafe.

"Rolling Stone itu trendsetter anak muda. Jadi anak-anak muda bisa datang ke sini, lihat produk di sini," ujar Soebronto Laras.

Motor besar sangat erat dengan lifestyle. Untuk itulah, Suzuki berpandangan bahwa satu-satunya cara dalam hal ini adalah dengan mengakomodasi gaya hidup para pengendara motor besar.

Suzuki Rolling Stone Cafe sendiri bertempat di Jalan Ampera 16, Jakarta Selatan.

(kpl/nzr/sno)


Sumber: Otosia.com
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini