Meski Terpukul akibat Pandemi, Pemerintah Terus Pacu Industri Otomotif RI

Senin, 19 Oktober 2020 12:52 Reporter : Syakur Usman
Meski Terpukul akibat Pandemi, Pemerintah Terus Pacu Industri Otomotif RI Pabrik Toyota. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Industri otomotif Indonesia terus dipacu lajunya agar semakin berkontribusi signfikan bagi perekonomian nasional, meskipun terdampak cukup berat akibat pandemi Covid-19.

Berbagai kebijakan dan stimulus dirancang pemerintah guna membangkitkan kembali gairah usaha para produsen kendaraan bermotor tersebut.

“Apalagi industri otomotif merupakan satu dari tujuh sektor yang mendapat prioritas pengembangan dalam implementasi industri 4.0 sesuai peta jalan Making Indonesia 4.0,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, dalam rilisnya, kemarin.

Menperin menyebutkan, potensi pengembangan industri otomotif didukung dengan Indonesia menjadi pasar terbesar kendaraan bermotor di ASEAN dari sembilan negara, dengan kontribusi 32 persen. Pada 2019 lebih dari satu juta kendaraan dijual di dalam negeri dan 300 ribu unit diekspor ke seluruh dunia.

Bahkan keunggulan produk otomotif yang dibuat pabrikan di Indonesia telah diakui dunia. Ini tercermin dari capaian Indonesia yang menjadi negara eksportir kendaraan completely built up (CBU) ke lebih dari 80 negara tujuan. Lima negara tujuan utama tersebut adalah Filipina, Saudi Arabia, Jepang, Meksiko, dan Vietnam.

Menurut menteri, penjualan kendaraan roda empat atau lebih pada Juli lalu menembus 25.200 unit atau naik 100 persen dari bulan sebelumnya. Penjualan Agustus mencapai 37.200 unit, naik 47 persen dari Juli.

Sementara itu, produksi kendaraan bermotor roda empat pada tahun lalu mencapai 1,28 juta unit dengan total nilai investasi hingga Rp 92,8 triliun. Sektor ini mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 1,5 juta orang di dalam ekosistemnya.

“Begitu juga industri kendaraan bermotor roda dua dan roda tiga, pada tahun lalu mencapai 7,29 juta unit. Sebanyak 810.000 unit untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor,” paparnya.

Pemerintah memandang saat ini terdapat peluang cukup besar menopang industri otomotif di Tanah Air, yakni industri modifikasi kendaraan yang semakin tumbuh dan berkembang. Perkembangan industri modifikasi juga berdampak pada meningkatnya penjualan otomotif secara nasional.

“Kemajuan industri modifikasi meningkatkan daya saing produk-produk dalam negeri. Selain itu, seiring dengan perkembangan industri otomotif, perkembangan industri jasa aftermarket juga kian berkembang positif,” imbuhnya.

Beberapa indikator perkembangan industri modifikasi kendaraan ditandai dengan beberapa event nasional, Indonesia Modification Expo (IMX) 2020. Secara produk, beberapa karya anak bangsa telah mampu bersaing secara internasional.

2 dari 2 halaman

Relaksasi Pajak Mobil Baru

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian Taufiek Bawazier menambahkan, dalam kondisi pandemi, setidaknya ada tiga variabel kuat yang dapat dianalisis, yakni pabrik otomotif tutup dan banyak melakukan konversi pada produk lain seperti masker dan ventilator. Kemudian, ada disrupsi global supply chain dan melemahnya permintaan.

“Untuk sektor produsen, kami memberikan IOMKI dan berbagai stimulus pajak usaha, sedangkan untuk permintaan, kami usulkan keringanan pajak PPnBM yang bersifat mendesak kepada Kementerian Keuangan,” tuturnya.

Kemenperin telah mengajukan relaksasi sejumlah pajak untuk mendukung keringanan pembelian kendaraan. Antara lain pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk mobil baru sebesar 0 persen, PPN, serta pajak daerah yang mencakup bea balik nama (BBN), pajak kendaraan bermotor (PKB), dan pajak progresif.

 “Relaksasi pajak ini paling tidak memberikan upaya baru membuka demand yang selanjutnya dapat meningkatkan utilisasi industri,” ujarnya.

[sya]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini