Menguji performa Datsun Go Panca di lapangan udara

Senin, 30 Januari 2017 11:43 Reporter : Syakur Usman
Menguji performa Datsun Go Panca di lapangan udara Datsun Go Panca di lapangan udara. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Jelang akhir pekan lalu, Merdeka.com bersama puluhan rekan media lain berkesempatan menjajal mobil Datsun Go+ Panca dan Go Panca lansiran 2016 dengan rute Jakarta-Bandung-Subang. Total ada 11 unit Datsun yang disediakan untuk mengangkut peserta jurnalis ini.

Merdeka.com mendapat Datsun Go Panca warna merah dengan nomor urut 7. Berisi hanya dua orang, setelah pelepasan bendera start, kami melaju menuju pit stop I di rest area tol Cipularang Km 72. Lantaran masih pagi, kondisi jalan bisa dibilang tidak ramai. Sehingga kami melaju kencang di jalan tol Cikampek menuju Cipularang. Performa mesin HR12DE 1,2 liter Datsun Go Panca cukup baik melintas di jalan tol tersebut.

Kemampuan akselerasinya cukup baik untuk untuk menyusul kendaraan berat di jalan tol Cikampek, hingga melaju di tanjakan panjang Cipularang. Kami cukup hati-hati saat melaju, karena setir Datsun Go Panca terbilang enteng. Tentu prinsip safety driving tidak kami lupakan, saat melaju kencang di jalan tol dengan mobil di segmen low cost green car (LCGC) ini.

Datsun Go Panca di lapangan udara ©2017 Merdeka.com

Saat di Lembang, kondisi jalan yang naik turun dan berlobang mampu ditaklukkan Datsun Go Panca kelir merah ini dengan baik. Terutama sistem suspensinya yang meredam cukup baik di jalan berlobang, sehingga perjalanan tetap terasa nyaman.

Setelah keliling Lembang, kami beristirahat sejenak di The Lodge Maribaya, sebelum menuju pit stop 2 di pintu masuk kawasan Gunung Tangkuban Perahu. Sungguh, kontur jalan yang kasar dan tidak rata di rute Bandung-Lembang bisa diredam cukup baik oleh Datsun Go Panca, meski kondisi jalan kurang baik, banyak berlubang, dan banyak kerikil. Suspensi mobil ini cukup oke lah memberikan pengalaman berkendara yang aman dan nyaman di jalan rusak.

Yang menarik di hari kedua. Kami ditantang untuk melakukan Gymkhana Challenge dan Mini Drag Race Challenge di Lanud Suryadarma, Subang. Dipandu pembalap profesional Jimmy Lukita, para peserta harus melakukan beberapa manuver menggunakan mobil Datsun untuk membukukan waktu tercepat. Ini demi membuktikan performa keseluruhan Datsun dalam hal akselerasi, pengendalian, dan suspensi.

Datsun Go Panca di lapangan udara ©2017 Merdeka.com

Peserta dibagi dua kelompok berdasarkan dua unit mobil yang disediakan untuk lomba. Merdeka.com masuk kelompok mobil hijau, yang memulai dengan lomba mini drag race. Ada trek lurus sepanjang 200 meter yang mesti ditaklukkan.

Saya mendapat kesempatan keenam di mini drag race. Siap di posisi kemudi, rpm ditahan di 2.000 dengan menahan kopling setengah. Sementara pedal gas siap-siap ditekan demi menghasilkan start sempurna. Melibas 20 meter pertama, transmisi segera berpindah ke gigi 2 lalu berlanjut ke gigi 3 hingga garis finish. Lumayan juga performa akselerasi Datsun di mini drag rce ini, batin saya. Oya, waktu tercepat di Mini Drag Race ini adalah 9,75 detik, tapi sayangnya bukan saya yang mencetaknya.

Lepas itu, Saya menunggu giliran lomba gymkhana challenge. Rintangannya berupa jalur yang dibikin zig-zag dan harus berbelok 180 derajat untuk kembali melahap rintangan zig-zag hingga garis finish. Bila ada corn yang terkena mobil, maka peserta kena penalti tambahan waktu 0,5 detik. Sementara waktu yang harus dikalahkan adalah 24 detik.

Bermain di gigi 1 dan 2 saja, Saya mampu menyelesaikan tantangan gymkhana ini dengan mulus. Tiada corn yang saya sentuh. Sayang, kemudinya yang ringan cukup membuat setir agak liar saat melibas tantangan zig zag ini.

Tapi secara umum, performa mobil Datsun Go Panca sebagai mobil LCGC lumayan oke, dengan segala tantangan seru yang dibuat pada acara menjelang akhir pekan lalu. [ega]

Topik berita Terkait:
  1. Datsun
  2. Datsun GO
  3. Test Drive
  4. Otomotif
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini