Mandiri Utama Finance Incar Pembiayaan Produk Otomotif Rp 8,8 Triliun

Senin, 17 Februari 2020 14:19 Reporter : Syakur Usman
Mandiri Utama Finance Incar Pembiayaan Produk Otomotif Rp 8,8 Triliun RUPS Mandiri Utama Finance 2020. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Perusahaan pembiayaan produk otomotif anak usaha Bank Mandiri, Mandiri Utama Finance (MUF), mengincar pembiayaan tahun ini tumbuh 9 persen menjadi Rp 8,8 triliun dibandingkan tahun lalu.

Stanley Setia Atmadja, Direktur Utama MUF, mengatakan target pembiayaan tahun ini masih didominasi produk kendaraan bermotor roda dua dan roda empat, khususnya didominasi pembiayaan motor baru dan mobil baru. Ini juga didorong strategi dari pabrikan atau agen pemegang merek (APM) yang selalu mengeluarkan varian motor dan mobil baru pada 2020.

Target itu juga mempertimbangkan pasar otomotif nasional yang cenderung stagnan, yang mana penjualan mobil tahun lalu turun sekitar 11 persen dari tahun sebelumnya.

“Pada tahun lalu (2019), MUF membukukan volume penjualan pembiayaan Rp 8,1 triliun atau meningkat 11,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp 7,3 triliun," kata Stanley usai rapat umum pemegang saham MUF di Plaza Mandiri Jakarta, Senin (17/2).

Saat ini portofolio pembiayaan MUF terdiri dari enam layanan adalah mobil baru, mobil bekas, motor baru, motor bekas, multiguna, dan syariah. Pada tahun ini, dengan target pembiayaan Rp 8,8 triliun, sekitar 75 persen untuk mobil. Sedangkan sisanya untuk motor dan multiguna.

"Potensi pembiayaan kendaraanb ermotor di Indonesia masih tinggi, karena densitas kepemilikan mobil atau motor di Indonesia masih rendah. Dengan asumsi pasar mobil tahun ini satu juta unit, 80 persen pembelian mobil lewat kredit, dan rata-rata mobil yang dikredit senilai Rp 250 juta per unit, maka potensi pasar pembiayaan mobil baru tahun ini bisa mencapai Rp 200 triliun. Sedangkan sepeda motor baru, pasar pembiayaan berpotensi Rp 120 triliun. Jika ditotal, pembiayaan mobil dan motor baru saja mencapai Rp 300 trilliun," ungkap Stanley.

1 dari 1 halaman

Laba 2019 Rp 51,8 Miliar

rups mandiri utama finance 2020

2020 Merdeka.com

Pada 2019, dari sisi kualitas portfolio, MUF juga mencapai kualitas portfolio sehat pada tahun lalu. Non-Performance Financing (NPF) MUF tercatat 0,53 persen pada tahun lalu, atau membaik kualitasnya dibandingkan pencapaian pada tahun sebelumnya yang 1,09 persen. Sehingga pada akhir 2019, MUF berhasil mencapai laba bersih (NPAT audited) Rp 51,8 miliar, naik 5,9 kali dari pencapaian tahun sebelumnya.

Saat ini MUF memiliki jaringan kantor sebanyak 109 kantor, termasuk cabang Aceh yang sudah memiliki izin Kantor Cabang Unit Syariah (KCUS) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengikuti Qanun Aceh No 11 Tahun 2018 yang menerapkan prinsip syariah untuk seluruh transaksi keuangan. Hal ini dimungkinkan karena MUF sudah memiliki izin Unit Usaha Syariah (UUS) dari OJK dengan total KCUS sebanyak 22 kantor pada tahun ini.

[sya]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini